PC LTN NU Kota Malang Gelar Workshop “Ngaji Algoritma” Perkuat Dakwah Digital

  • 10 Mar 2026 13:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN NU) Kota Malang menggelar workshop bertajuk “Ngaji Algoritma: Sarana Dakwah Menembus Ruang dan Waktu.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Taufiqur Rahman, Jalan Basuki Rahmat Gang 2, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (9/3/2026) sore.

Workshop menghadirkan pemateri Achmad Salahuddin dan diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai badan otonom Nahdlatul Ulama di Kota Malang. Ketua PC LTN NU Kota Malang, Abdul Muntholib, mengatakan peserta workshop merupakan perwakilan dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kota Malang, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

"Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas kader dan pendakwah NU dalam memahami serta memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif di tengah perkembangan teknologi informasi," Kata Abdul.

Ia menjelaskan, pada era digital saat ini arus informasi berkembang sangat cepat sehingga kebenaran suatu informasi kerap menjadi bias. Bahkan, tidak jarang fakta objektif kalah oleh konten yang viral di media sosial.

"Karena itu, diperlukan gerakan yang lebih kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk memperkuat pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), khususnya di kalangan internal organisasi, tanpa disertai kepentingan politik," lanjutnya.

Dalam workshop tersebut juga ditekankan pentingnya metode dakwah yang fleksibel dan menyesuaikan dengan karakter jamaah yang mengikuti kajian. Apabila jamaah berasal dari masyarakat umum, maka materi dakwah hendaknya disampaikan dengan bahasa yang santun, sederhana, dan menyenangkan agar mudah dipahami serta mendorong masyarakat untuk memperdalam ilmu agama secara sukarela.

Sementara itu, jika jamaah berasal dari kalangan intelektual, pendakwah diharapkan mampu memberikan penjelasan yang lebih mendalam, menjawab pertanyaan secara argumentatif, serta berdiskusi secara santun dan terbuka.

Selain metode penyampaian, pemanfaatan media sosial juga menjadi perhatian dalam workshop tersebut. Para pendakwah diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak sebagai sarana dakwah yang menjangkau masyarakat lebih luas.

Melalui upaya tersebut, kajian-kajian keislaman dari para pendakwah Nahdlatul Ulama diharapkan dapat semakin dikenal masyarakat serta memberikan pemahaman agama yang benar sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....