BAZNAS Malang Dorong Program Produktif

  • 27 Feb 2026 14:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang terus mendorong penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Malang, Moh. Wahid, menjelaskan bahwa pendistribusian dan pendayagunaan zakat harus memberikan dampak nyata, baik secara fisik maupun mental, bagi masyarakat.

“Dari lima program utama BAZNAS, mulai dari kemanusiaan, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan, semuanya harus berdampak pada penguatan masyarakat. Meskipun kita berada di daerah, dampaknya harus dirasakan khususnya oleh masyarakat Kota Malang,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Jumat (27/2/2026).

Dalam proses pendistribusian, BAZNAS Kota Malang mengacu pada ketentuan syariat Islam terkait delapan golongan (asnaf) penerima zakat, seperti fakir dan miskin. Untuk memastikan ketepatan sasaran, BAZNAS melakukan survei lapangan, kunjungan langsung, serta menerima informasi dari masyarakat.

Selain itu, sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan untuk menentukan kategori penerima bantuan. Setelah proses verifikasi dan survei, hasilnya dibahas dalam rapat pleno sebelum bantuan disalurkan.

BAZNAS Kota Malang juga melakukan monitoring berkala terhadap penerima manfaat, baik setiap bulan maupun tiga bulan sekali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perkembangan program serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

“Program kita tidak hanya konsumtif, tetapi lebih ke produktif. Harapannya, mustahiq bisa berdaya dan suatu saat menjadi muzakki,” jelasnya.

Beberapa program unggulan berbasis produktif yang dijalankan antara lain zakat qardhul hasan berupa pinjaman modal tanpa bunga yang saat ini tersebar di 10 titik di lima kecamatan. Selain itu, terdapat 22 titik Z Mart berupa warung kebutuhan pokok, dua kelompok ternak binaan melalui program Z Farm, serta 150 UMKM yang mendapatkan pendampingan rutin dari sisi keterampilan, manajemen, hingga pelaporan keuangan.

Program lain yang menjadi unggulan adalah Z Auto, layanan otomotif sepeda motor yang telah berjalan di tiga kecamatan. Dalam program ini, BAZNAS memberikan bantuan berupa booth, peralatan, dan suku cadang. Setelah tiga bulan berjalan, penerima manfaat didorong untuk mulai berinfak ke BAZNAS sebagai bentuk kemandirian.

Meski demikian, Wahid mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pendistribusian zakat. Salah satunya adalah kecenderungan sebagian masyarakat yang lebih memilih bantuan konsumtif dibandingkan produktif.

Untuk mengatasi hal tersebut, BAZNAS menggencarkan literasi dan edukasi pemberdayaan dengan menggandeng perbankan serta mitra lainnya guna meningkatkan kesadaran pentingnya kemandirian ekonomi. Di sisi lain, tingginya harapan masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri karena belum sepenuhnya sebanding dengan potensi penerimaan zakat yang ada.

“BAZNAS sifatnya menjadi trigger untuk membangkitkan motivasi. Kita bantu sebagian, harapannya ada swadaya dan kolaborasi dari masyarakat serta para muzakki di wilayah tersebut,” katanya.

Dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, BAZNAS Kota Malang melibatkan mitra dalam setiap proses pendistribusian. Mitra utama yang selama ini terlibat antara lain aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah (OPD), guna memastikan program berjalan efektif dan berdampak luas bagi masyarakat. (Annisa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....