Hangatnya Ramadan Keluarga Malang di Taiwan
- 28 Feb 2026 10:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Hafidza Auliya, perempuan asal Kota Malang, merasakan suasana Ramadan yang berbeda bersama keluarganya di Hsinchu, Taiwan. Sejak 2023 hingga 2026. Ia menjalani ibadah puasa sebagai muslim minoritas di negeri tersebut.
Meski jauh dari tanah air, Hafidza mengaku tetap bersyukur dapat dipertemukan dengan bulan suci setiap tahunnya. “Rasanya tentu berbeda karena muslim di Taiwan termasuk minoritas, namun hal itu tidak mengurangi rasa syukur kami,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Ia mengatakan, lingkungan sekitar yang mayoritas non-muslim justru menunjukkan sikap saling menghargai. "Banyak rekan dan tetangga yang bertanya tentang makna puasa serta alasan tidak makan dan minum hingga matahari terbenam," ungkapnya.
Bahkan, tidak sedikit warga negara lain yang tertarik ikut berbuka puasa bersama di mushola. Momen tersebut menjadi ruang dialog lintas budaya yang mempererat kebersamaan.
Di Kota Hsinchu, Hafiza menyebut terdapat tiga tempat ibadah yang rutin menjadi pusat kegiatan Ramadan. Salah satunya adalah mushola di kampus National YangMing Chiao Tung University (NYCU), Hsinchu City, Taiwan tempat suaminya menempuh studi S3.
Selain itu, terdapat Mushola Hsinchu yang dikelola komunitas muslim setempat serta Masjid Nanliao. "Di lokasi tersebut, kegiatan buka bersama dan salat tarawih digelar secara rutin setiap malam," terang Hafidza.
Bahkan di mushola kampus, menu berbuka tersedia setiap hari dan terbuka bagi muslim dari berbagai negara. Kebersamaan itu membuat suasana Ramadan tetap terasa hangat meski jauh dari Indonesia.

Perjalanan Hafiza hingga menetap di Taiwan dimulai dari pendidikannya di bidang kesehatan. Ia sempat menempuh studi farmasi sebelum akhirnya menyelesaikan sarjana kebidanan di Universitas Brawijaya pada 2020 dan profesi bidan pada 2021.
Pada 2022, ia memperoleh beasiswa magister di Taipei Medical University dan menikah di tahun yang sama. Kini, bersama suami dan dua anaknya, ia menetap di Hsinchu setelah menyelesaikan studi master pada 2024.
Meski suasana ibadah tetap terjaga, ada satu hal yang paling dirindukan Hafiza saat Ramadan di perantauan. Ia mengaku merindukan penjual takjil di pinggir jalan yang menjadi ciri khas Ramadan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....