Ramadan Momentum Atur Strategi dan Maknai Sukses

  • 25 Feb 2026 09:13 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Memasuki bulan suci Ramadan, Ervina Yuli Koenata, WKU 8 IWAPI DPC Kota Malang, mengakui ada penyesuaian pola manajemen usaha yang ia terapkan. Namun, pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas utama.

“Pelayanan harus tetap maksimal. Sebagai wirausaha kita harus tahu membaca kesempatan untuk meningkatkan omzet,” ungkapnya, Rabu (24/2/2026).

Menurutnya, Ramadan justru menjadi momentum strategis karena permintaan pasar meningkat, khususnya untuk produk makanan sehat non MSG dan gluten free yang ia produksi.

Dari sisi strategi pemasaran, Ervina lebih aktif mengedukasi pelanggan terkait bahan baku dan kualitas produk. Salah satu menu yang banyak diminati adalah pastel abon oven buatannya. Ia menegaskan pentingnya transparansi bahan kepada konsumen, apalagi dengan harga yang berbeda dari produk pada umumnya.

“Bahan yang digunakan harus disampaikan ke customer, karena kualitas menentukan harga. Jadi pelanggan paham kenapa harganya berbeda,” jelasnya.

Baginya, kejujuran dalam menyampaikan komposisi dan proses produksi adalah bagian dari pelayanan yang profesional sekaligus bentuk tanggung jawab moral.

Kepada perempuan muda yang ingin menjadi pengusaha tetapi masih ragu membagi waktu saat Ramadan, Ervina memberikan pesan bahwa kunci utama ada pada keberanian memulai dan kemampuan mengatur prioritas.

“Jangan takut duluan. Atur waktu dengan baik, jaga niat, dan tetap semangat. Ramadan itu bukan penghalang, justru melatih kita disiplin,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki kekuatan manajemen alami, terutama dalam membagi peran antara keluarga, ibadah, dan usaha, asalkan dijalani dengan komitmen.

Saat ditanya tentang definisi sukses setelah melalui banyak Ramadan sebagai pengusaha dan pengurus IWAPI DPC Kota Malang, Ervina memaknainya secara sederhana namun mendalam.

“Sukses itu apa yang masih bisa kita miliki hari ini—kesehatan, keluarga, usaha yang tetap berjalan, dan kesempatan berbagi,” jelasnya. Baginya, keberlanjutan usaha, hati yang tetap tenang, serta kemampuan memberi manfaat bagi orang lain adalah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya. “Kalau hari ini kita masih diberi kesempatan berbuat baik dan menjalankan usaha dengan jujur, itu sudah sukses,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....