Kampung Qur’an Sudimoro Satukan Masjid Jawab Keprihatinan Warga
- 21 Feb 2026 17:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kampung Qur’an Sudimoro berdiri dari keprihatinan kondisi sosial dan pendidikan warga di wilayah Sudimoro. Gerakan ini diinisiasi sejumlah takmir masjid di RW 7 Mojolangu dan sebagian RW 6.
Sekretaris Kampung Qur’an Sudimoro, Mulyani, menjelaskan inisiatif ini bermula dari silaturahmi antar masjid. “Awalnya ada sekitar 5-6 masjid yang bersepakat karena keprihatinan kondisi warga,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
| Baca juga: Cahyaning Ati: Makna Shalat Tarawih |
Keprihatinan tersebut mencakup keterbatasan akses pendidikan yang tinggi dan kondisi ekonomi warga. “Sebagian warga masih terpuruk secara ekonomi dan sulit menjangkau pendidikan,” katanya.
Takmir dari berbagai latar belakang ormas kemudian bersatu tanpa melihat perbedaan. Masjid dari unsur Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII sepakat mencari solusi bersama.
Selain persoalan ekonomi dan pendidikan, muncul kekhawatiran terhadap pergaulan anak-anak. “Maraknya kafe di wilayah utara Sudimoro dianggap mengancam masa depan anak-anak,” ungkap Mulyani.
Menurutnya, saat itu banyak anak usia SMP dan SMA mulai keluyuran malam dan terpengaruh kebiasaan negatif. Kondisi tersebut mendorong masjid-masjid untuk mengambil peran lebih aktif.
Dari kesepakatan itu, lahirlah Kampung Qur’an sebagai ikhtiar bersama. “Kami sepakat bahwa ikhtiar ini mungkin ada faedahnya untuk menjawab persoalan warga,” imbuhya.
Kegiatan perdana Kampung Qur’an Sudimoro adalah ngaji on the street atau ngaos. “Setiap Jumat ba’da subuh, warga membaca Al-Qur’an bersama di sepanjang Jalan Sudimoro,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....