Refleksi Diri Warnai Ramadan Santri Al-Falah Al-Makky

  • 18 Feb 2026 11:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Ramadan di Ponpes Putri Al Falah Al-Makky Gondanglegi tahun ini dimulai dengan cara yang berbeda. Para santri tidak hanya bersiap menunaikan puasa dan tarawih, tetapi juga diajak menulis surat untuk diri sendiri serta menanam “pohon khatam” Al-Quran sebagai jejak spiritual pribadi.

Pengasuh Ponpes Putri, Nyai Hajjah Azizah Mislan, menjelaskan bahwa sehari menjelang Ramadan para santri menjalani program refleksi diri. Mereka menulis surat bertema “Saya Akan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik”.

Surat itu berisi komitmen pribadi, mulai dari rutin membaca Al-Quran, salat sunah, mengaji, hingga bersedekah. Setiap santri menuliskan target kebaikan yang ingin dijaga, bukan hanya selama Ramadan, tetapi juga setelah bulan suci berakhir.

“Surat itu dikumpulkan kepada guru masing-masing. Nanti satu sampai tiga bulan setelah Ramadan akan kami kembalikan sebagai pengingat,” ujar Nyai Azizah, Rabu 18 Februari 2026.

Pengasuh Ponpes Putri, Nyai Hajjah Azizah Mislan (baju hitam) saat memimpin acara refleksi diri di hadapan ratusan santriwati. (Foto: RRI/Syamsuddin)

Ia menegaskan, surat tersebut menjadi alarm spiritual ketika semangat mulai goyah. Santri diingatkan bahwa mereka pernah berjanji kepada diri sendiri untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Program kedua adalah membuat sketsa pohon khatam Al-Quran. Setiap santri menggambar pohon lengkap dengan dahan dan daun. Setiap kali membaca Al-Quran, mereka menambahkan satu daun berisi tanggal, juz, dan halaman yang dibaca.

Semakin sering membaca, semakin rindang pohon itu. Target minimal setiap santri adalah khatam satu kali selama Ramadan.

Secara keseluruhan, pesantren menargetkan 130 kali khatam dari santri putra dan putri. Setiap hari, rata-rata enam kali khatam oleh santri putra dan enam kali oleh santri putri.

Pengasuh Ponpes Putra Al Falah Al Makky, DR. KH. Luqman Hakim, bersama istri Nyai Hajjah Azizah Mislan saat diwawancara RRI.(Foto: RRI Syamsuddin)

Pengasuh Ponpes Putra, KH. Luqman Hakim, menyebut konsep pohon khatam ini lahir dari keinginan menghidupkan interaksi pribadi santri dengan Al-Quran.

“Kalau biasanya berbentuk tabel tanggal dan halaman, kali ini kami buat lebih artistik agar anak-anak lebih semangat,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum menghidupkan Al-Quran sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW yang bertadarus bersama Malaikat Jibril selama satu bulan penuh.

Selain tadarus, rangkaian kegiatan Ramadan dimulai sejak sahur. Santri melaksanakan salat witir berjemaah sebelas rakaat, dilanjutkan salat Subuh dan pengajian bandongan.

Kitab yang dikaji berganti setiap hari, antara lain Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Riyadhus Shalihin, hingga fikih kewanitaan. Program khusus Ramadan tahun ini juga menghadirkan dua kitab yang ditargetkan khatam pada malam dua puluh tiga Ramadan.

Ratusan santriwati saat mengikuti refleksi diri menjelang Ramadan. (Foto: RRI/Syamsuddin)

Pertama, Wasiyatul Imam Abu Hanifah yang membahas akidah dan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah. Kedua, Asnaful Maghrurin karya Imam Al-Ghazali yang mengupas tasawuf dan bahaya merasa diri paling benar.

Melalui kitab Asnaful Maghrurin, santri diajak memahami bahwa siapa pun dapat tertipu oleh rasa bangga diri, termasuk ulama, orang kaya, maupun ahli ibadah.

"Selain itu, santri tahfiz menjalani majelis tasmi’. Santri yang menghafal beberapa juz harus membacakan seluruh hafalannya di hadapan musyrif sebagai bentuk evaluasi menyeluruh," ucap Gus Luqman sapan akrab Alumni Markaz Sayyid Alawy Al-Maliky Makkah itu.

Pada malam tarawih, santri tahfiz putri menjalankan program khatam Al-Quran dengan membaca satu juz setiap malam, meneladani tradisi di Masjidil Haram, Mekah.

Bagi pesantren ini, Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Ramadan adalah ruang membangun kesadaran, membentuk komitmen, dan menumbuhkan cinta kepada Al-Quran secara personal.

"Dari surat untuk diri sendiri hingga pohon yang terus berdaun, para santri belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari janji kecil yang ditepati setiap hari," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....