Cerorot, Jajanan Unik nan Manis Khas Lombok
- 06 Okt 2026 08:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya dikenal dengan kuliner bercita rasa pedas dan gurih. Di balik beragam makanan khas tersebut, pulau ini juga menyimpan kekayaan jajanan tradisional dengan cita rasa manis, salah satunya cerorot.
Cerorot merupakan jajanan tradisional yang mudah dikenali dari bentuk dan cara penyajiannya. Kue berbahan dasar tepung beras tersebut dibungkus menggunakan daun kelapa muda atau janur yang dianyam hingga menyerupai kerucut atau terompet kecil.
Bentuk pembungkus yang khas menjadi salah satu daya tarik cerorot. Tidak hanya memberikan tampilan yang berbeda dari jajanan pasar pada umumnya, janur juga turut memberikan aroma khas ketika cerorot telah matang.
Bagi Dhela, salah seorang penyuka cerorot, keunikan jajanan tersebut tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada bentuk serta cara menyantapnya yang berbeda dari kebanyakan jajanan tradisional.
“Saya suka cerorot karena rasanya khas dan bentuknya juga unik. Ada perpaduan rasa manis dari gula aren dengan teksturnya yang kenyal dan lembut. Cara makannya juga menarik karena kita harus mendorong bagian bawah bungkusnya supaya isi cerorot keluar,” ujar Dhela, Minggu (4/10/2026).
Menurut Dhela, cara menikmati cerorot menjadi pengalaman tersendiri, terutama bagi orang yang belum pernah mencicipinya. Teknik sederhana tersebut justru membuat jajanan tradisional itu memiliki ciri khas yang mudah diingat.
“Menurut saya, cara makannya menjadi bagian dari daya tarik cerorot. Jadi, kita bukan hanya menikmati rasa kuenya, tetapi juga penasaran bagaimana cara mengeluarkannya dari bungkus janur tanpa harus membukanya seperti jajanan pada umumnya,” katanya.
Bahan untuk membuat cerorot relatif sederhana dan mudah ditemukan. Adonan umumnya terdiri dari tepung beras, santan, gula merah atau gula aren, serta sedikit garam. Seluruh bahan kemudian diolah menjadi adonan sebelum dimasukkan ke dalam wadah janur dan dikukus hingga matang.
Proses pengukusan menghasilkan cerorot dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal. Perpaduan gula aren dan santan memberikan rasa manis sekaligus gurih, sementara penggunaan janur sebagai pembungkus turut memberikan aroma yang khas.
Keunikan cerorot tidak berhenti pada rasa dan bentuknya. Cara penyajiannya juga menjadi bagian dari identitas jajanan tersebut. Bagian bawah atau ujung bungkus dapat ditekan secara perlahan sehingga isi kue terdorong keluar dan siap disantap.
Cara tersebut membuat cerorot memiliki pengalaman menikmati makanan yang berbeda. Bagi masyarakat yang telah terbiasa, cara itu menjadi bagian sederhana dari keseharian. Namun bagi pendatang atau wisatawan, proses tersebut dapat menjadi pengalaman baru ketika mengenal kuliner tradisional Lombok.
Cerorot juga masih dapat dijumpai dalam berbagai kegiatan masyarakat Lombok, termasuk acara tradisional dan perayaan tertentu. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai sajian, tetapi juga menunjukkan bagaimana jajanan berbahan lokal tetap dipertahankan dalam kehidupan masyarakat.
“Cerorot menurut saya punya nilai yang lebih dari sekadar jajanan. Bentuknya, bahan yang digunakan, sampai cara makannya punya ciri khas sendiri. Karena itu, makanan seperti ini perlu tetap dikenalkan supaya generasi muda tahu bahwa Lombok punya banyak jajanan tradisional yang menarik,” ujar Dhela.
Di tengah berkembangnya pilihan makanan modern, keberadaan cerorot menjadi salah satu contoh bahwa jajanan sederhana berbahan lokal masih memiliki daya tarik. Rasa manis khas gula aren, tekstur yang lembut dan kenyal, bentuk pembungkus yang unik, serta cara menikmatinya yang berbeda membuat cerorot layak terus dikenalkan sebagai bagian dari kekayaan kuliner tradisional Lombok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....