Ayam Panggang Pak No, Kuliner Legendaris Malang Bertahan Lebih dari Setengah Abad
- 10 Mei 2026 21:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kota Malang dikenal memiliki beragam kuliner legendaris yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Salah satunya adalah Ayam Panggang Pak No yang telah hadir lebih dari 50 tahun dan masih menjadi pilihan favorit masyarakat hingga saat ini. Warung sederhana yang berlokasi di Gang Jalan Yulius Usman VI/192, Sawahan, ini selalu ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai kalangan.
Usaha kuliner ini awalnya dirintis oleh orang tua Bambang Harsono, yakni almarhum Pak Sungkono yang kemudian dikenal dengan sebutan “Pak No” sebagai nama usaha yang digunakan hingga sekarang. Bambang menjelaskan, usaha keluarga tersebut sebelumnya dimulai dengan menjual ayam goreng lalapan sebelum akhirnya beralih ke ayam panggang yang dinilai memiliki potensi lebih besar.
“Awalnya usaha ini dirintis orang tua kami. Dulu berjualan ayam goreng lalapan di pinggir jalan, lalu beralih ke ayam panggang dan akhirnya menetap di lokasi sekarang sejak sekitar tahun 1990-an,” ujar Bambang kepada RRI, Minggu (10/5/2026).
Perubahan konsep usaha tersebut ternyata membawa hasil positif. Ayam Panggang Pak No semakin dikenal luas karena mempertahankan cita rasa khas yang konsisten. Dengan bumbu racikan khusus dan teknik pengolahan tertentu, ayam diolah hingga menghasilkan tekstur yang empuk dan rasa yang khas.
Bambang menuturkan, proses pengolahan ayam dilakukan dengan metode khusus sebelum akhirnya dipanggang menggunakan arang saat ada pesanan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas rasa dan kesegaran sajian kepada pelanggan.
Dalam operasional sehari-hari, warung ini dibantu sekitar 10 orang karyawan dan mampu menghabiskan sedikitnya 30 ekor ayam per hari. Jumlah tersebut dapat meningkat pada waktu tertentu, tergantung tingkat kunjungan pelanggan.
Meski berada di lokasi yang cukup sederhana di dalam gang, warung ini tetap menjadi tujuan kuliner favorit. Pelanggan bahkan dapat memilih langsung bagian ayam yang diinginkan sebelum dipanggang, sehingga memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.
Sajian ayam panggang biasanya dilengkapi dengan sambal, kecap, serta taburan bawang goreng. Selain itu, tersedia juga menu pendamping seperti nasi goreng, telur, hingga sayur seperti sawi dan kol, serta pilihan bagian ayam lain seperti ati ampela dan kepala.
Warung Ayam Panggang Pak No buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB dengan harga yang terjangkau. Kehadirannya menjadi salah satu bukti bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan dan dicintai masyarakat di tengah banyaknya pilihan makanan modern di Kota Malang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....