Badan Sering Nyeri? Kenali Perbedaan Nyeri Sendi, Otot, dan Ligamen

  • 21 Sep 2026 13:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Nyeri pada bagian tubuh tertentu sering kali langsung dianggap sebagai nyeri sendi. Padahal, keluhan nyeri juga dapat berasal dari otot maupun ligamen yang berada di sekitar persendian dan memiliki fungsi berbeda dalam membantu tubuh bergerak.

Dokter spesialis nyeri di Klinik Nurona, dr. Farlyzhar, Sp.An-TI, FIP, menjelaskan sendi, otot, dan ligamen memiliki peran masing-masing. Sendi berfungsi menghubungkan tulang, otot membantu menghasilkan gerakan, sedangkan ligamen berperan menjaga kestabilan dan memperkuat area persendian.

“Sendi itu berhubungan dengan antar tulang, misalnya ada sendi siku dan sendi lutut. Di sekitar sendi juga ada otot dan ligamen yang berfungsi untuk memperkuat dan menjaga sendi,” ujar dr. Farlyzhar dalam dialog Jaga Malam Info Kesehatan, Jumat (18/09/2026).

Menurutnya, untuk mengetahui sumber nyeri, dokter terlebih dahulu akan melakukan anamnesis dengan menanyakan lokasi, karakter, serta waktu mulai munculnya keluhan. Informasi mengenai aktivitas yang dilakukan maupun riwayat cedera juga menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan.

Selain anamnesis, pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui bagian yang menimbulkan rasa sakit ketika ditekan atau digerakkan. Dokter juga dapat menanyakan apakah pasien sebelumnya pernah mengalami cedera, terjatuh, atau melakukan aktivitas tertentu yang berkaitan dengan munculnya nyeri.

Salah satu bagian tubuh yang cukup sering mengalami keluhan nyeri adalah lutut. Bagian tersebut memiliki peran dalam menopang beban tubuh sekaligus digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Selain faktor usia, aktivitas fisik tertentu seperti berlari maupun olahraga dengan intensitas tinggi juga dapat meningkatkan risiko munculnya nyeri atau cedera pada lutut, terutama apabila aktivitas tidak disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Dr. Farlyzhar mengingatkan agar nyeri tidak selalu dianggap sebagai keluhan yang akan sembuh dengan sendirinya. Terlebih jika rasa sakit berlangsung lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kalau nyerinya sudah berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan dibiarkan. Perlu diperiksa untuk mengetahui sumber dan penyebab nyerinya,” jelasnya.

Jika nyeri berlangsung lebih dari tiga bulan atau tidak kunjung membaik, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan agar penyebab keluhan dapat diketahui dan penanganan diberikan sesuai kondisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....