UDD PMI Kota Malang Layani Kebutuhan Darah 71 Rumah Sakit
- 20 Sep 2026 11:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Malang terus menjaga ketersediaan dan kualitas darah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan. Saat ini, darah yang diproduksi UDD PMI Kota Malang tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Kota Malang, tetapi juga disalurkan ke sejumlah daerah lain. Setiap harinya, kebutuhan pelayanan donor darah yang harus dipenuhi berada pada kisaran 150 hingga 200 kantong.
Kepala UDD PMI Kota Malang, dr. Luluk Retno Wulan, mengatakan darah yang dikelola UDD PMI Kota Malang digunakan untuk mendukung pelayanan di 71 rumah sakit. Selain memenuhi kebutuhan di wilayah Malang, distribusi juga pernah dilakukan ke sejumlah daerah seperti Makassar, Sleman, Klaten, Pasuruan, Banyuwangi, Probolinggo dan Madiun. Kondisi tersebut membuat keberlangsungan kegiatan donor darah menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Dari sisi pengelolaan, UDD PMI Kota Malang juga menjadi salah satu unit donor darah yang telah memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pengelolaan darah dilakukan sesuai standar yang ditetapkan. “Kami salah satu dari 19 UDD yang sudah tersertifikasi CPOB BPOM dari lebih dari 400 UDD yang ada di Indonesia,” kata Luluk pada Selasa (15/9/2026).
Selain pengelolaan komponen darah untuk kebutuhan transfusi, UDD PMI Kota Malang juga mengembangkan pemanfaatan plasma. UDD tersebut telah memperoleh sertifikat terkait pengiriman plasma ke Korea Selatan. Menurut Luluk, pemanfaatan plasma menjadi bagian dari pengembangan pengelolaan komponen darah agar tidak terbuang dan dapat memberikan manfaat lebih luas. “Plasma yang dulu dibuang, sekarang mulai dimanfaatkan, meskipun saat ini baru sekitar dua persen yang digunakan,” ujarnya.
Luluk juga menyebut karakter pendonor di Kota Malang cukup unik dalam hal partisipasi donor darah. Sebagian besar pendonor justru datang langsung ke gedung PMI meskipun PMI juga memiliki layanan mobil unit yang dapat menjangkau lokasi masyarakat. Sekitar 70 persen pendonor tercatat datang ke gedung PMI. Kondisi ini membantu proses pengelolaan darah karena darah yang baru didonorkan dapat segera ditangani, diolah dan diperiksa di laboratorium dengan tetap memperhatikan rantai dingin.
Dalam momentum HUT PMI, Luluk mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan darah. Donor darah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. “Kami berharap kolaborasi antara PMI dan masyarakat tetap terjalin dan semakin meningkat, baik dari para pendonor maupun rumah sakit yang menggunakan fasilitas PMI,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....