Mahasiswa FK UB Ubah Data Survei Jadi Program Kesehatan di Dusun Lebo
- 10 Sep 2026 18:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) mengembangkan program kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat melalui Praktik Kerja Nyata Mahasiswa (PKNM) di RT 25 RW 08 Dusun Lebo, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Ketua PKNM Kelompok 35, Nur Aflah Lubis, mengatakan kegiatan yang berlangsung selama dua pekan tersebut diawali dengan survei kesehatan terhadap 80 kepala keluarga. Data yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan program intervensi kesehatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
PKNM merupakan mata kuliah berbasis Interprofessional Education (IPE) yang melibatkan mahasiswa Program Studi Kedokteran, Kebidanan, dan Farmasi FK UB. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa melakukan identifikasi masalah kesehatan sekaligus merancang solusi yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
"Hasil survei menjadi dasar dalam menentukan prioritas masalah kesehatan dan menyusun program yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat," kata Nur Aflah Lubis, Kamis (10/9/2026).
Survei dilakukan melalui wawancara, observasi lingkungan, dan pengisian kuesioner yang mencakup status kesehatan, pola hidup, kesehatan mental, serta perilaku penggunaan obat.
Berdasarkan hasil analisis data, mahasiswa melaksanakan sejumlah program edukasi kesehatan. Salah satunya menyasar siswa kelas IV MI Raden Patah melalui penyuluhan tentang pentingnya memilih makanan dan minuman rendah gula serta garam.
Materi disampaikan secara interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko konsumsi gula dan garam berlebihan yang dapat memicu penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Selain edukasi di sekolah, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada keluarga yang menjadi prioritas berdasarkan hasil survei. Pendampingan dilakukan pada keluarga dengan anggota yang menderita diabetes melitus dan mastitis.
Pada keluarga penyandang diabetes melitus, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, kontrol kesehatan rutin, serta upaya pencegahan komplikasi.
Sementara pada kasus mastitis, mahasiswa memberikan pendampingan terkait teknik menyusui yang benar, perawatan payudara, penanganan bendungan ASI, hingga edukasi kesehatan reproduksi.
Nur Aflah menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu kesehatan secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, pendekatan berbasis data memungkinkan program yang dijalankan lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi warga.
"Data tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga menjadi dasar untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FK UB berharap mahasiswa semakin terampil bekerja lintas profesi sekaligus memiliki kepekaan sosial dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....