Gebyar Kejar Imunisasi Peringati Hari Anak Nasional di Puskesmas Polowijen

  • 25 Jul 2026 14:00 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Puskesmas Polowijen menggelar Gebyar Kejar Imunisasi dan Kelas Ibu Balita dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 di Puskesmas Polowijen Kota Malang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut dipadukan dengan Program Gerakan Pencegahan Stunting (Genting) melalui kehadiran dokter spesialis anak di puskesmas.

Kepala Puskesmas Polowijen, drg. Ratna Yulia, mengatakan Gebyar Kejar Imunisasi ditujukan untuk melengkapi status imunisasi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak sekaligus mencegah munculnya penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

"Kejar Imunisasi ini fungsinya untuk memenuhi imunisasi-imunisasi dari anak-anak yang belum lengkap supaya dilengkapi, sehingga ke depannya anak sehat dan harapannya tidak ada kejadian luar biasa," ujarnya.

Kelas Ibu Balita di Puskesmas Polowijen

Selain Gebyar Kejar Imunisasi, Puskesmas Polowijen juga menyelenggarakan Kelas Ibu Balita yang berkolaborasi dengan Program Gerakan Pencegahan Stunting (Genting) dari Dinas Kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi kesehatan sekaligus kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak.

drg. Ratna menjelaskan kehadiran dokter spesialis anak bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita. Dengan demikian, orang tua tidak hanya mendapatkan materi edukasi, tetapi juga pendampingan sesuai kondisi kesehatan anak.

"Kami mendatangkan dokter spesialis anak untuk memberikan wawasan materi di kelas ibu balita, juga memberikan konsultasi kesehatan kepada balita yang membutuhkan pendampingan. Jadi kami mendekatkan dokter spesialis anak untuk memberikan pelayanan kepada balita di wilayah Puskesmas Polowijen," terangnya.

Dalam pelaksanaan Gebyar Kejar Imunisasi, Puskesmas Polowijen menargetkan sekitar 90 balita dari tiga kelurahan di wilayah kerjanya, yakni Polowijen, Purwodadi, dan Balearjosari. Hingga kegiatan berlangsung, sekitar 40 balita telah hadir atau sekitar 50 persen dari total sasaran.

drg. Ratna menjelaskan seluruh sasaran imunisasi telah terdata sehingga petugas dapat memantau kehadiran setiap anak. Data tersebut juga menjadi dasar untuk mengetahui balita yang belum datang mengikuti imunisasi.

Sementara Dokter Spesialis Anak pendamping Puskesmas Polowijen, dr. Astrid Kristina, menilai pelaksanaan Program Genting memberikan gambaran lebih luas mengenai kondisi kesehatan balita di masyarakat. Menurutnya, persoalan yang ditemukan tidak hanya berkaitan dengan stunting, tetapi juga berbagai masalah kesehatan anak lainnya.

"Setelah saya mengikuti Program Genting di Puskesmas Polowijen, ternyata banyak juga masalah-masalah balita di sini. Bukan hanya stunting, tetapi ada banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama," ungkapnya.

dr. Astrid mengungkapkan dirinya telah berdiskusi dengan Kepala Puskesmas, dokter, serta tim Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) mengenai berbagai persoalan yang dihadapi balita di wilayah kerja Puskesmas Polowijen. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan layanan kesehatan anak secara lebih menyeluruh.

Kolaborasi antara Puskesmas Polowijen, Dinas Kesehatan Kota Malang melalui Program Genting, serta dokter spesialis anak menghadirkan layanan promotif, preventif, dan konsultatif dalam satu kegiatan. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat pemantauan kesehatan balita di tiga kelurahan yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Polowijen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....