Sebanyak 12 Ibu Meninggal di Kabupaten Malang, Pemkab Bidik Nol Kematian pada 2027

  • 02 Sep 2026 15:52 WIB
  •  Malang
Poin Utama
  • Sebanyak 12 ibu meninggal di Kabupaten Malang dalam periode Januari hingga Juli 2026 dari total 18.306 ibu hamil.
  • Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan angka kematian ibu dapat ditekan hingga nol pada tahun 2027 melalui penguatan sinkronisasi data kesehatan lintas sektor.
  • Terdapat 705 ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi, yaitu sekitar 3,85 persen dari total ibu hamil yang ada.

RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 12 ibu meninggal di Kabupaten Malang sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan angka kematian ibu tersebut dapat ditekan hingga nol pada 2027, salah satunya melalui penguatan sinkronisasi data kesehatan lintas sektor.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang dipaparkan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Capacity Building DPPKB, Rabu 2 September 2026, mencatat 12 kasus kematian ibu dari 18.306 ibu hamil. Selain itu, terdapat 705 ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi atau sekitar 3,85 persen dari total ibu hamil.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si. menilai akurasi dan keterpaduan data menjadi salah satu hal penting dalam upaya menekan angka kematian ibu. Data dari berbagai sektor dinilai perlu disinkronkan agar kondisi warga yang membutuhkan penanganan dapat diketahui lebih cepat.

“Kita harus bergerak lebih cepat. Saya berharap setelah kegiatan ini ada sinkronisasi data yang nyata. Bukan sekadar angka, tetapi realitas di lapangan harus menunjukkan penurunan kemiskinan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Budiar.

Dalam forum tersebut, sejumlah faktor medis yang berkaitan dengan kasus kematian ibu turut dibahas. Di antaranya preeklamsia berat, perdarahan postpartum, komplikasi nonobstetrik, serta penyakit penyerta seperti HIV dan HELLP syndrome.

Pemkab Malang juga berencana mengadaptasi sistem pelaporan yang diterapkan di Manado. Sistem tersebut nantinya diarahkan untuk memungkinkan pemutakhiran data hingga tingkat RT secara lebih cepat, termasuk informasi kondisi kesehatan dan latar belakang sosial ekonomi warga.

Penguatan data tersebut akan melibatkan lintas sektor. Sejumlah program yang disiapkan mencakup perbaikan rumah dan sanitasi, pemenuhan asupan protein hewani untuk pencegahan stunting, serta penguatan edukasi kontrasepsi dan respons medis.

Upaya tersebut dibahas dalam Bimtek Capacity Building bagi ASN di lingkungan DPPKB Kabupaten Malang yang berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, di Golden Swan Ballroom, Rayz Hotel UMM, Kecamatan Dau.

Kegiatan itu diikuti 165 peserta yang terdiri atas 39 kepala puskesmas, 44 penyuluh KB, 64 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) DPPKB, serta 16 pimpinan dan staf DPPKB Kabupaten Malang.

Selain penurunan kematian ibu, forum tersebut juga membahas percepatan penanganan kematian bayi dan stunting. Pemerintah Kabupaten Malang menempatkan penguatan kapasitas aparatur serta koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya mencapai target kesehatan masyarakat pada 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....