Waspada Dampak Kesehatan Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
- 26 Agt 2026 13:33 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dari karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup hingga mencapai bagian terdalam paru-paru.
Melalui informasi yang dibagikan pada akun media sosial resminya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla, khususnya yang mengandung PM2,5. Partikel tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan menimbulkan gangguan kesehatan.
Paparan PM2,5 dari asap karhutla dapat menyebabkan sejumlah keluhan, mulai dari iritasi pada mata dan tenggorokan hingga batuk dan sesak napas. Selain itu, paparan partikel tersebut juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta memperburuk kondisi pada orang yang telah memiliki penyakit paru-paru kronis.
Risiko dampak kesehatan akibat asap karhutla juga lebih besar pada kelompok tertentu. Kemenkes menyebut anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta orang yang memiliki asma dan penyakit paru sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap dampak paparan PM2,5.
| Baca juga: Penyimpanan Obat Menentukan Keamanan |
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kualitas udara menurun. Paparan asap karhutla sebaiknya tidak dianggap sepele karena partikel PM2,5 berukuran sangat kecil dan dapat mencapai bagian terdalam paru-paru.
Dengan memahami bahaya asap karhutla, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi kualitas udara dan kesehatan pernapasan, terutama bagi kelompok yang rentan. Kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....