Ibu Rumah Tangga Perlu Waktu “Healing”
- 26 Agt 2026 13:33 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Rutinitas ibu rumah tangga yang dimulai sejak bangun pagi hingga malam hari sering kali membuat waktu untuk diri sendiri terabaikan. Memasak, mengurus anak, menyiapkan kebutuhan keluarga, hingga mengatur keuangan memang terlihat sebagai pekerjaan sehari-hari yang sederhana. Namun, jika seluruh beban tersebut terus dilakukan tanpa jeda, tekanan dapat menumpuk dan memicu stres. Kondisi ini menjadi pembahasan dalam program Pengarusutamaan Gender RRI Malang, Senin (20/7/2026), bersama Dr. Farida Halis DK, SKP., M.Pd. dan Viasril Lundi, S.Kep., Ns., M.Kes.
Menurut Farida, stres sebenarnya merupakan respons normal tubuh ketika menghadapi tekanan atau tuntutan yang dirasakan melebihi kemampuan. Stres juga tidak selalu bermakna buruk karena dalam tingkat tertentu dapat menjadi dorongan atau motivasi. “Stres merupakan respon wajar tubuh saat menghadapi tekanan atau tuntutan yang melebihi kemampuan,” ujar Farida.
Ibu rumah tangga perlu mengenali tanda-tanda ketika tekanan mulai mempengaruhi kondisi fisik maupun emosional. Gejalanya antara lain tidur tidak lelap, nafsu makan menurun, pusing, mual, tubuh mudah lelah hingga jantung berdebar. Dari sisi emosional, seseorang yang mengalami stres dapat menjadi lebih sensitif, mudah marah, gampang menangis, bahkan secara refleks membentak anak. Kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mudah lupa dan dipenuhi pikiran negatif.
Untuk mengelola stres, ibu rumah tangga tidak harus selalu melakukan kegiatan yang membutuhkan biaya besar. Narasumber menyarankan aktivitas sederhana seperti tertawa, menonton tayangan komedi, mendengarkan musik atau bernyanyi ketika mengerjakan pekerjaan rumah. Olahraga ringan atau berjalan kaki selama 20–30 menit, berjemur pada pagi hari, menjaga pola makan dan tidur 6–8 jam juga dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kebugaran.
Selain itu, ibu juga dianjurkan menyediakan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai. Berkebun, membaca, mencoba resep baru atau sekadar menikmati waktu tanpa pekerjaan rumah dapat menjadi bentuk me time. “Me time tidak harus mahal atau pergi jauh,” jelasViasril. Waktu tersebut dapat disesuaikan dengan kesempatan yang tersedia setelah pekerjaan rumah tangga selesai.
Viasril juga mengingatkan agar ibu tidak memaksakan diri selalu terlihat kuat. Ketika merasa lelah, perasaan tersebut perlu diungkapkan kepada pasangan atau orang yang dipercaya. Komunikasi dengan suami sebaiknya dilakukan ketika suasana sedang tenang sehingga pembicaraan dapat berlangsung dengan baik. Dalam hal ini, keluarga perlu membangun kerja sama agar beban tidak hanya ditanggung oleh satu pihak. Sebab, narasumber mengibaratkan ibu sebagai “jantung keluarga” yang kondisi kebahagiaan dan kesehatannya turut memengaruhi suasana seluruh keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....