Kampanye Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Stunting di Kabupaten Malang
- 13 Agt 2026 18:55 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Kabupaten Malang mendorong penguatan kampanye lintas sektor sebagai strategi utama untuk menekan angka stunting yang selama ini tidak hanya dipengaruhi persoalan kesehatan, tetapi juga pendidikan, pola asuh, hingga pernikahan anak.
Direktur Advokasi Pattiro Malang, Adi Khisbul Wathon, mengatakan persoalan stunting harus dipandang secara menyeluruh karena akar penyebabnya saling berkaitan. Menurutnya, pendekatan yang hanya berfokus pada layanan kesehatan tidak akan cukup menghasilkan perubahan yang signifikan. “Stunting itu bukan hanya urusan kesehatan. Ada persoalan pendidikan, kemiskinan, sanitasi, pola asuh, sampai pernikahan anak yang saling berkaitan. Karena itu, penyelesaiannya juga harus melibatkan semua pihak, bukan hanya sektor kesehatan,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa bersama RRI Malang pada Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan Kabupaten Malang memiliki tantangan tersendiri karena wilayahnya sangat luas dengan karakter masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut membuat penyebaran informasi mengenai kesehatan ibu dan anak belum merata di seluruh desa.
Selain itu, Pattiro juga menemukan masih adanya persoalan sosial yang turut memengaruhi tingginya risiko pernikahan anak. Salah satunya berkaitan dengan pola pergaulan remaja di sejumlah wilayah yang berpotensi meningkatkan kasus perkawinan usia dini. “Kami melihat persoalan ini tidak berdiri sendiri. Ada dinamika sosial yang ikut memengaruhi perilaku remaja sehingga pencegahan harus dilakukan melalui pendekatan masyarakat secara bersama-sama,” katanya.
Menurut Adi, kampanye lintas sektor dipilih agar seluruh pemangku kepentingan memiliki narasi yang sama ketika menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, organisasi keagamaan, media, hingga komunitas diharapkan bergerak dengan pesan yang seragam sehingga masyarakat tidak menerima informasi yang berbeda-beda.
Ia menambahkan keberhasilan kampanye tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan. Yang lebih penting adalah adanya perubahan perilaku masyarakat, mulai dari meningkatnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi, bertambahnya usia perkawinan, hingga menurunnya angka stunting dan dispensasi kawin.
Sementara itu, Project Manager Pattiro Malang, Asiswanto, mengatakan forum koordinasi kampanye lintas sektor dibentuk untuk mengakhiri pola kerja yang selama ini masih berjalan sendiri-sendiri. “Kampanye selama ini masih parsial. Melalui forum ini kami ingin membangun kesepakatan bersama agar seluruh pihak memiliki strategi komunikasi yang sama dan kampanyenya bisa dilakukan secara masif, bukan sekadar seremonial,” jelasnya.
Ke depan, Pattiro Malang akan memperkuat pelibatan remaja, pemerintah desa, media massa, dan organisasi masyarakat dalam menyusun materi edukasi yang lebih mudah dipahami masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjangkau kelompok remaja yang selama ini belum tersentuh edukasi, termasuk mereka yang tidak lagi mengenyam pendidikan formal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....