Wamenkes RI : Penanganan TB di Malang Capai 68 Persen

  • 30 Jul 2026 13:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Penanganan tuberkulosis (TB) di Kota Malang dinilai sudah menunjukkan kemajuan, terutama dalam upaya menemukan dan mencegah penularan kasus di lingkungan keluarga.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benyamin Paulus Octavianus menyebut, capaian pemeriksaan terhadap orang yang kontak serumah dengan pasien TB di Kota Malang telah mencapai 68 persen.

Benyamin mengatakan, penanganan TB menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat karena Indonesia masih menjadi negara dengan kasus TB tertinggi kedua di dunia. Presiden kemudian menginstruksikan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat program pemberantasan penyakit tersebut, termasuk tidak hanya mengobati pasien yang sudah sakit.

“Selama ini kita mengobati yang sakit. Orang yang kontak serumah belum secara maksimal dikerjakan,” kata Benyamin saat kunjungan kerja di Puskesmas Cisadae, Kota Malang, Kamis 31 Juli 2026.

Menurutnya, secara nasional penemuan kasus TB sebenarnya terus meningkat. Saat ini, lebih dari 80 persen kasus TB yang ditemukan telah mendapatkan pengobatan. Angka tersebut meningkat dibandingkan sekitar lima tahun lalu yang baru mencapai 48 persen.

Namun, upaya pencegahan penularan masih perlu diperkuat, khususnya dengan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang tinggal serumah dengan pasien TB. Mereka yang dinyatakan tidak sakit dapat diberikan obat pencegahan agar tidak berkembang menjadi penderita TB di kemudian hari

“Melalui media ini saya manfaatkan, supaya orang yang serumah dilakukan cek kesehatan gratis. Kalau dia enggak sakit, dapat obat pencegahan, supaya enggak usah sakit sekian tahun kemudian,” ujarnya.

Benyamin menyebut capaian 68 persen di Kota Malang tergolong tinggi dibandingkan capaian nasional. Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten juga dinilai memiliki tingkat penemuan kasus yang tinggi, sekaligus mulai memperkuat upaya pencegahan.

Ia menegaskan, pemberantasan TB tidak dapat dilakukan Kementerian Kesehatan seorang diri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan diperlukan untuk memastikan pemeriksaan dan pencegahan dapat menjangkau masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....