Skrining Hepatitis Percepat Deteksi Infeksi sejak Dini

  • 23 Jul 2026 20:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Skrining hepatitis menjadi langkah penting untuk menemukan infeksi sejak dini sebelum penyakit berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat kemudian. Pemeriksaan terutama diperlukan bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi tertular hepatitis virus.

“Kelompok pertama yang dianjurkan menjalani skrining adalah tenaga kesehatan karena memiliki intensitas kontak lebih tinggi dengan berbagai pasien setiap harinya. Paparan terhadap darah maupun cairan tubuh selama memberikan pelayanan kesehatan meningkatkan peluang terjadinya penularan apabila kewaspadaan tidak diterapkan maksimal. Selain tenaga kesehatan, ibu hamil juga termasuk kelompok yang memerlukan pemeriksaan hepatitis secara rutin selama menjalani pelayanan kehamilan di fasilitas kesehatan. Skrining bertujuan mendeteksi infeksi sedini mungkin sehingga risiko penularan dari ibu kepada bayi dapat ditekan melalui penanganan tepat,” kata dr. Mochamad Fachrureza, SpPD - Staf Divisi Gastroenterohepatologi, KSM IPD, FKUB-RSSA, Kamis (23/07/2026).

Penularan hepatitis B maupun hepatitis C dapat terjadi secara horizontal maupun vertikal sesuai jalur perpindahan virus tersebut. Penularan vertikal terjadi ketika ibu yang terinfeksi menularkan virus kepada bayinya selama masa kehamilan maupun proses kelahiran tertentu.

“Keluarga yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis juga dianjurkan menjalani skrining untuk mengetahui kemungkinan telah terjadi penularan sebelumnya secara diam-diam. Pemeriksaan dilakukan agar infeksi dapat diketahui lebih awal sebelum muncul keluhan ataupun komplikasi yang membahayakan kesehatan penderita di kemudian hari.

Kelompok berisiko lainnya adalah orang yang pernah menggunakan jarum suntik bersama ataupun menjalani pembuatan tato dengan prosedur kurang higienis. Dokter Reza menyarankan mereka segera memeriksakan diri meskipun belum merasakan keluhan karena pencegahan selalu lebih baik dibandingkan pengobatan,” ungkapnya.

Bagi ibu hamil, pemeriksaan hepatitis B melalui tes HBsAg telah menjadi bagian dari skrining rutin di puskesmas maupun fasilitas kesehatan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi reaktif, pasien akan dirujuk untuk menjalani evaluasi lanjutan sesuai kebutuhan medis yang diperlukan.

“Masyarakat yang tidak termasuk kelompok berisiko memang lebih sulit terdeteksi apabila tidak menjalani pemeriksaan secara sukarela sebelumnya. Oleh karena itu, kesadaran mengenali faktor risiko menjadi langkah awal menentukan kebutuhan skrining hepatitis bagi setiap individu maupun keluarga,” ujarnya.

Melalui skrining yang tepat sasaran, infeksi hepatitis dapat diketahui lebih awal sehingga peluang memperoleh pengobatan optimal menjadi semakin besar bagi penderita. Deteksi dini juga membantu mencegah komplikasi serius sekaligus menurunkan risiko penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....