Sunscreen Tidak Menghalangi Sintesis Vitamin D pada Kulit

  • 06 Apr 2026 11:00 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kekhawatiran sering muncul bahwa penggunaan tabir surya secara rutin dapat menyebabkan kekurangan vitamin D karena kemampuannya menyaring radiasi UVB. Namun, fakta medis menunjukkan hal yang berbeda.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa pemakaian tabir surya, bahkan ketika digunakan sesuai anjuran, tidak menimbulkan defisiensi vitamin D. Hal ini terjadi karena sebagian kecil sinar UVB masih mampu menembus lapisan pelindung tabir surya, sehingga kulit tetap dapat memproduksi vitamin D dalam jumlah yang cukup tanpa merusak jaringan kulit.

Menariknya, tabir surya juga berperan membantu menjaga kestabilan kadar vitamin D dengan cara melindungi kulit dari paparan sinar UVA. Radiasi UVA diketahui dapat mempercepat penurunan kadar vitamin D dalam tubuh. Dengan demikian, perlindungan dari tabir surya secara tidak langsung turut membantu mempertahankan kadar vitamin D tetap seimbang. Rendahnya vitamin D pada seseorang umumnya lebih dipengaruhi faktor lain, seperti letak geografis, perubahan musim, warna kulit, usia, serta kebiasaan beraktivitas di dalam ruangan dalam waktu lama.

Menghindari penggunaan pelindung kulit demi memperoleh vitamin D justru membawa risiko kesehatan yang lebih besar. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat memicu kerusakan DNA yang efeknya menumpuk dalam jangka panjang.

Dampaknya dapat berupa penuaan dini, munculnya bintik hitam, hingga kerusakan elastin kulit. Risiko paling serius adalah meningkatnya kemungkinan kanker kulit akibat paparan sinar matahari berlebih, terutama ketika kulit mengalami iritasi atau terbakar.

Karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan kulit dan kebutuhan vitamin D dapat dilakukan dengan tetap menggunakan tabir surya setiap hari serta mengaplikasikannya kembali setelah beraktivitas berat. Sumber vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, telur, produk susu yang diperkaya, maupun suplemen sesuai anjuran tenaga medis. Dengan cara tersebut, aktivitas di luar ruangan tetap dapat dilakukan dengan aman sambil menjaga kesehatan kulit dan kadar vitamin D tetap optimal. (Dito Fontana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....