Minum Air Es saat Demam, Aman atau Berisiko?

  • 01 Apr 2026 17:59 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Saat mengalami demam, banyak orang memilih minum air es karena sensasinya yang terasa menyegarkan di tengah tubuh yang panas. Rasa dingin yang langsung terasa di tenggorokan sering dianggap mampu meredakan panas dari dalam. Namun di masyarakat masih berkembang anggapan bahwa minum air es justru dapat memperburuk kondisi kesehatan. Secara medis, hal tersebut perlu dilihat dari cara tubuh mengatur suhu serta respons masing-masing individu terhadap minuman bersuhu dingin.

Secara ilmiah, sensasi dingin dari air es sebenarnya tidak benar-benar menurunkan suhu inti tubuh. Tubuh manusia memiliki sistem pengatur suhu alami yang disebut Termoregulasi. Sistem ini bekerja menjaga keseimbangan suhu tubuh agar tetap stabil. Ketika cairan yang sangat dingin masuk ke dalam tubuh, tubuh justru akan menyesuaikan diri dengan memproduksi panas tambahan untuk menyeimbangkan suhu tersebut. Karena itu, efek sejuk dari minum air es biasanya hanya bersifat sementara.

Respons tubuh terhadap minuman dingin juga bisa berbeda pada setiap orang. Pada sebagian orang yang sedang mengalami demam, air es dapat memicu reaksi seperti menggigil karena tubuh sedang berusaha melawan infeksi. Selain itu, minuman sangat dingin terkadang dapat menimbulkan iritasi ringan pada tenggorokan atau membuat lendir di saluran pernapasan terasa lebih kental. Kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama jika demam disertai gejala flu atau batuk.

Hal yang paling penting saat mengalami demam sebenarnya adalah menjaga kecukupan cairan tubuh. Ketika demam, tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi, baik dalam suhu ruang, hangat, maupun dingin selama tubuh dapat menerimanya dengan baik.

Meski air es tidak sepenuhnya dilarang, banyak tenaga medis lebih menganjurkan minuman bersuhu hangat ketika tubuh sedang tidak fit. Minuman hangat cenderung lebih mudah diterima tubuh dan dapat memberikan efek menenangkan pada tenggorokan. Selain itu, uap hangat dari minuman juga dapat membantu melegakan saluran pernapasan, terutama ketika demam disertai batuk atau pilek.

Beberapa pilihan minuman hangat yang sering dianjurkan antara lain teh herbal, air jahe, atau sup hangat. Selain membantu menjaga hidrasi, minuman tersebut juga memberikan rasa nyaman bagi tubuh yang sedang mengalami kelelahan akibat penyakit. Dalam beberapa kasus, minuman elektrolit juga dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang, terutama jika demam disertai muntah atau diare.

Pada akhirnya, konsumsi minuman saat demam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika minum air es tidak menimbulkan keluhan tambahan, maka tidak menjadi masalah untuk dikonsumsi. Namun apabila justru memicu rasa tidak nyaman seperti menggigil atau iritasi tenggorokan, sebaiknya memilih minuman bersuhu hangat atau suhu ruang. Selain menjaga asupan cairan, istirahat yang cukup serta nutrisi yang seimbang juga menjadi faktor penting agar tubuh dapat pulih lebih cepat dari demam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....