Angka Stunting Turun Pencegahan 1000 HPK Tetap Penting

  • 08 Feb 2026 16:33 WIB
  •  Malang

Stunting masih menjadi tantangan besar pembangunan kesehatan di Indonesia. Meski angka stunting menunjukkan penurunan dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 19,8 persen di tahun 2024, kondisi ini dinilai masih memerlukan perhatian serius dan upaya berkelanjutan lintas sektor.

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Malang, Dr. Heny Astutik, S.Kep.Ners., M.Kes, menegaskan bahwa pencegahan stunting paling efektif dilakukan pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Seribu hari pertama kehidupan adalah masa emas yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan,” ujarnya ketika menjadi narasumber Dialog Beranda Asta Cita PRO 1 RRI Malang, Minggu (8/2/2026).

Ia menyebut, pemerintah telah mendorong berbagai program percepatan penurunan stunting yang harus didukung oleh tenaga kesehatan dan institusi pendidikan.

Kami di perguruan tinggi ikut berperan melalui edukasi dan pelayanan langsung ke masyarakat,” kata Heny.

Menurutnya, upaya tersebut mulai membuahkan hasil di sejumlah wilayah. “Beberapa desa di Kabupaten Malang bahkan sudah mencapai zero stunting,” tambahnya.

Sementara itu, Ita Yuliani, S.ST., M.Keb, menjelaskan bahwa faktor penyebab stunting sangat kompleks.

Stunting tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, tapi gabungan antara gizi, pola asuh, hingga kondisi lingkungan,” jelasnya.

Ia menyoroti masih rendahnya pemahaman orang tua terkait pemberian ASI eksklusif.

ASI eksklusif selama enam bulan sering diabaikan, padahal ini sangat penting bagi pertumbuhan bayi,” ujarnya.

Selain itu, kualitas MPASI juga perlu diperhatikan. “MPASI harus bergizi dan sesuai usia, bukan sekadar mengenyangkan,” tegas Ita.

Dengan optimalisasi 1000 HPK dan kolaborasi berbagai pihak, angka stunting diharapkan dapat terus ditekan secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....