Optimalisasi 1000 HPK Jadi Kunci Pencegahan Stunting

  • 08 Feb 2026 16:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pencegahan stunting harus dimulai sejak periode paling awal kehidupan manusia, yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa pra konsepsi, kehamilan, bayi baru lahir, hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai masa emas sekaligus masa krusial pertumbuhan.

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang, Dr. Heny Astutik, S.Kep.Ners., M.Kes, menjelaskan bahwa pada rentang usia 0–2 tahun, pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak berlangsung sangat cepat dan sensitif.

“Periode ini tidak bisa diulang. Kalau sejak awal tidak dioptimalkan dengan gizi yang baik, maka dampaknya akan menetap dan sulit diperbaiki,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Program Beranda Asta Cita PRO 1 RRI Malang, Minggu (8/2/2026). ​

Ia menekankan bahwa stunting tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan hasil dari proses panjang yang sering kali dimulai jauh sebelum kehamilan. Oleh sebab itu, persiapan kesehatan ibu sejak pra konsepsi menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.

Intervensi perlu dilakukan sejak masa remaja, terutama bagi remaja putri. Edukasi kesehatan reproduksi, konseling, serta pemberian tablet tambah darah dapat dilakukan melalui sekolah maupun posyandu remaja. Langkah ini bertujuan agar calon ibu memasuki masa kehamilan dalam kondisi sehat dan siap secara fisik.

Setelah bayi lahir, optimalisasi 1000 HPK dilanjutkan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD memungkinkan bayi mendapatkan kolostrum yang kaya antibodi dan berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang, Ita Yuliani, S.ST., M.Keb, menyampaikan bahwa bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan tanpa tambahan makanan apa pun.

“ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Setelah enam bulan, bayi mulai mendapatkan MPASI, namun ASI tetap diberikan hingga usia dua tahun,” jelasnya.

MPASI harus diberikan secara bertahap dengan menu gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Perbedaan hanya terletak pada tekstur makanan yang disesuaikan dengan usia anak, dari cair hingga padat.

Melalui optimalisasi 1000 HPK yang konsisten, risiko stunting dapat ditekan sejak dini dan anak memiliki peluang tumbuh sehat dan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....