Hipospadia Tanpa Penanganan Ancam Kesuburan Anak

  • 03 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Hipospadia yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk gangguan fungsi reproduksi pada anak laki-laki di kemudian hari.

Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya sekaligus Konsultan Genetika, Dr. Safrina Dewi Ratnaningrum, S.Si., M.Si.Med, dalam Dialog Interaktif PRO 1 RRI Malang bertema “Hipospadia: Saat Lubang Kemih Bayi Tidak di Ujung”, Selasa (3/2/2026).

Dr. Safrina menjelaskan, sebelum memasuki masa pubertas, anak dengan hipospadia kerap mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari, terutama saat berkemih. “Anak sering harus berkemih sambil jongkok agar tidak merembes ke belakang, dan kondisi ini bisa memengaruhi rasa percaya diri secara sosial,” katanya.

Masalah yang lebih berat, lanjutnya, dapat muncul setelah pubertas. Hipospadia sering kali berkaitan dengan kondisi testis yang tidak turun ke dalam kantong zakar. “Jika testis tidak turun, maka ada risiko gangguan kesuburan di masa depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, testis yang tidak berada di tempat semestinya juga memiliki potensi keganasan. “Risiko tumor atau kanker bisa meningkat jika kondisi ini tidak ditangani secara medis,” ungkapnya.

Karena itu, Dr. Safrina menekankan pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini. “Penanganan yang tepat sejak awal akan sangat menentukan kualitas hidup, kesehatan reproduksi, dan masa depan anak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....