Kasus Campak Jadi Sorotan DPRD Malang
- 02 Feb 2026 15:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar, menyoroti meningkatnya temuan kasus campak di Kota Malang dan meminta pemerintah kota bertindak cepat agar penularan tidak meluas.
Ginanjar menegaskan, kesehatan harus menjadi prioritas utama pembangunan sumber daya manusia di Kota Malang. Ia menyebut, laporan kasus campak sebagian besar menyerang anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah Kecamatan Sukun.
Menurut Ginanjar, DPRD telah menerima aduan terkait temuan kasus campak sejak beberapa waktu lalu. Hingga kini, kasus masih ditemukan dan bahkan dilaporkan ada pasien yang meninggal dunia.
“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” ujarnya, Senin 2 Februari 2026.
Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Malang segera melakukan langkah penanganan dan mitigasi secara serius. Salah satunya dengan melokalisir kasus agar tidak berkembang menjadi Kondisi Luar Biasa (KLB).
“Puskesmas harus benar-benar turun, dibantu kader posyandu, supaya tidak menyebar ke wilayah lain,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra.
Selain penanganan, Ginanjar menekankan pentingnya mitigasi melalui edukasi hidup sehat, perbaikan sanitasi, serta penguatan imunisasi campak. Ia juga menyinggung perlunya kolaborasi posyandu dan sekolah untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya vaksinasi.
Terkait data terbaru, hingga awal Februari 2026 tercatat tujuh kasus campak di tiga kelurahan di Kota Malang. Rinciannya, dua kasus di Kelurahan Buring, dua kasus di Kelurahan Kedungkandang, dan tiga kasus di Kelurahan Tanjungrejo.
Berdasarkan laporan awal, kasus di Buring dan Kedungkandang memiliki hubungan epidemiologi, sementara dua dari tiga kasus di Tanjungrejo juga terindikasi memiliki keterkaitan penularan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....