Dinkes Batu Waspadai Tiga Bulan Krusial Penularan DBD

  • 29 Jan 2026 14:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Dinas Kesehatan Kota Batu menggencarkan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul memasuki fase kritis Januari hingga Maret 2026, yang disebut sebagai periode pra-musim penularan.

Kewaspadaan ini ditingkatkan meski terjadi penurunan kasus menjadi hanya tiga pada Januari, setelah total kasus infeksi dengue di 2025 mencapai 422 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati, memaparkan rincian data. Sepanjang 2025, terdapat 253 kasus Demam Dengue (DD), 168 kasus DBD, dan satu kasus Dengue Shock Syndrome (DSS) yang merupakan kondisi gawat darurat. Satu kasus kematian tercatat akibat keterlambatan penanganan.

“Fase pra-musim penularan dengue berlangsung Januari hingga Maret. Pencegahan sejak dini kunci utamanya,” tegas dr. Susana dalam Dialog Malang Menyapa, Kamis (29/1/2026).

Fase ini akan diikuti oleh puncak penularan pada April-Agustus, saat kelembaban tinggi musim hujan mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Untuk mengantisipasi lonjakan, Dinkes mendorong gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus: Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, ditambah penggunaan larvasida dan program "Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)".

dr. Susana mengingatkan, sarang nyamuk tak hanya di bak mandi. "Potensi sarang juga ada di selokan mampet, talang air, belakang kulkas, dan penampung air dispenser," ujarnya.

Masyarakat diminta waspada terhadap gejala seperti demam tinggi mendadak, lemas, nyeri perut, muntah, atau tanda perdarahan, dan segera berobat.

Koordinasi intensif dengan puskesmas hingga kelurahan terus dilakukan untuk edukasi dan pemantauan jentik. Dengan tindakan kolektif, Dinkes berharap dapat menekan penyebaran DBD sebelum memasuki periode puncak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....