Dinkes Kabupaten Malang Waspadai Hantavirus, Minta Warga Cegah Sarang Tikus
- 11 Mei 2026 12:31 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dinas Kesehatan Kabupaten Malang meminta masyarakat mewaspadai penularan hantavirus kendati belum ditemukan kasus infeksi virus itu. Virus ini ditularkan dari tikus melalui kotoran dan urine.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, M.Kes., menegaskan langkah antisipasi tetap berjalan. Upaya itu berupa sosialisasi hidup bersih dan pencegahan sarang tikus.
“Hantavirus adalah virus yang dibawa oleh hewan pengerat,” kata dr. Wiyanto, Senin (11/5/2026) di Tumpang.
Penularan bisa terjadi saat manusia menghirup partikel dari kotoran tikus. Risiko muncul jika ada infestasi tikus di lingkungan rumah. Oleh karena itu, warga harus menjaga kebersihan. Tidak boleh ada celah yang menjadi sarang tikus.
Sosialisasi dilakukan melalui puskesmas dan kader kesehatan. Masyarakat diajak rutin membersihkan rumah dan pekarangan. Sampah harus dikelola dengan baik agar tidak mengundang tikus. Makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat. Lubang di dinding atau lantai segera ditutup.
drg. Wiyanto menyebutkan bahwa penyimpanan hasil panen juga perlu perhatian. Di pedesaan, tikus kerap bersarang di gudang gabah. Petani diimbau memastikan tempat penyimpanan pangan tidak lembap. Penggunaan perangkap tikus bisa membantu menekan populasi.
Meski belum ada kasus, kewaspadaan dini dinilai penting. Gejala hantavirus seperti demam, nyeri otot, dan sesak napas. Pada kasus berat, penderita bisa mengalami gagal napas. Perawatan intensif di rumah sakit segera dibutuhkan. Belum ada vaksin spesifik untuk hantavirus. Oleh karena itu, pencegahan sangat diutamakan.
Jika muncul gejala tersebut setelah kontak dengan tikus, segera ke fasilitas kesehatan. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius.
Kampanye kebersihan akan ditingkatkan di permukiman padat penduduk. Masyarakat diminta melaporkan tanda-tanda sarang tikus ke kader. Kesadaran kolektif warga sangat menentukan keberhasilan pencegahan.
Setiap rumah tangga harus bertanggung jawab atas kebersihannya. Lingkungan bebas tikus akan menekan risiko penularan. Puskesmas siap memberikan penyuluhan kepada warga.
"Kebiasaan hidup bersih adalah kunci pencegahan. Jangan membiarkan tikus berkeliaran dan berkembang biak di sekitar tempat tinggal," tambahnya.
Lingkungan yang sehat melindungi seluruh anggota keluarga.
Dengan langkah preventif ini, Dinkes optimis risiko penularan dapat diminimalkan. Hingga berita ini ditulis, situasi Kabupaten Malang masih aman dari hantavirus. Pemerintah daerah terus menggencarkan edukasi sanitasi. Hal itu untuk mencegah ancaman penyakit dari tikus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....