AI Hanya Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Referensi
- 29 Sep 2026 13:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang -Perkembangan teknologi dan kehadiran Artificial Intelligence (AI) memberikan kemudahan bagi siswa dalam mencari informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menjadi tantangan dalam proses pembelajaran karena siswa berpotensi memperoleh rangkuman materi tanpa memahami isi informasi secara menyeluruh.
Guru Sejarah SMK Putra Indonesia, Fahrisyal Ainur, mengatakan penggunaan AI dalam pembelajaran tidak perlu dilarang. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi bukan menjadi satu-satunya sumber referensi bagi siswa.
“Saya tidak melarang anak-anak menggunakan AI, tetapi AI itu hanya sebagai tools, bukan sebagai referensi. Anak-anak harus tetap mencari informasi dari website, buku, atau jurnal, kemudian membaca dan memahami informasi tersebut sebelum menjelaskannya dengan bahasa mereka sendiri,” ujar Fahrisyal dalam dialog SPADA Kita Indonesia, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan AI seharusnya membantu siswa dalam memahami materi, bukan menggantikan proses membaca dan berpikir. Siswa tetap perlu melakukan verifikasi informasi melalui berbagai sumber yang kredibel.
Selain pemanfaatan AI, kemampuan literasi menjadi salah satu perhatian dalam pembelajaran sejarah di sekolahnya. Siswa didorong untuk membaca buku secara rutin sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Di sekolah kami, anak-anak memiliki target membaca minimal satu buku dalam satu semester. Membaca itu menjadi dasar untuk memahami informasi, kemudian dari informasi itu mereka bisa menarik sebuah kesimpulan,” katanya.
Menurut Fahrisyal, tantangan pembelajaran di era digital bukan hanya kemampuan siswa mendapatkan informasi dengan cepat, tetapi juga memastikan informasi tersebut dipahami dengan baik.
“Teknologi seharusnya membantu anak-anak belajar dengan lebih mudah, bukan membuat mereka berhenti membaca, berhenti berpikir, atau berhenti menjelaskan dengan kemampuan mereka sendiri,” ujarnya.
Ia berharap pemanfaatan teknologi, termasuk AI, tetap diimbangi dengan kemampuan literasi dan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran tanpa mengurangi proses siswa dalam membaca, memahami, dan mengolah informasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....