SEL 2026 Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

  • 22 Sep 2026 17:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Rangkaian ketiga Social Environmental Legacy (SEL) 2026 menghadirkan kegiatan “Kreasi Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah”. Kegiatan ini mengenalkan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi bernilai ekonomi.

Ketua Panitia SEL 2026, Aliya Fitriani Firnandi, mengatakan minyak jelantah dipilih karena masih dapat dimanfaatkan kembali. Menurutnya, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah rumah tangga.

“Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut peserta dikenalkan pada proses pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.

Menurut Aliya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemanfaatan limbah, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Peserta juga didorong memahami potensi minyak jelantah sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga,” jelasnya. Pemanfaatan minyak jelantah juga diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Aliya menambahkan, kegiatan tersebut turut mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga. Selain itu, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat membuka peluang usaha berbasis pengelolaan limbah.

“Kita memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, serta mendorong kreativitas dan peluang usaha berbasis pemanfaatan limbah rumah tangga,” pungkasnya.

Rangkaian “Kreasi Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah” menjadi salah satu kegiatan SEL 2026 yang mengangkat pengelolaan limbah rumah tangga. Kegiatan tersebut menggabungkan aspek edukasi, keterampilan, kreativitas, dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang dapat digunakan kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....