SEL 2026 Dorong Edukasi Lingkungan di Desa Pakiskembar

  • 21 Sep 2026 10:59 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Departemen Sosial dan Lingkungan Hidup HIMASIGI FISIP Universitas Brawijaya menggelar Social Environmental Legacy (SEL) 2026 di Desa Pakiskembar, Kabupaten Malang. Program tersebut mendorong edukasi lingkungan dan pengelolaan limbah melalui kegiatan yang menyasar siswa sekolah dasar hingga masyarakat.

Ketua Panitia SEL 2026 Aliya Fitriani Firnandi mengatakan kegiatan dirancang untuk membentuk pengetahuan sekaligus kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. “Tujuan kegiatan bukan hanya memberikan pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku dan kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

SEL 2026 dilaksanakan dalam tiga rangkaian kegiatan dengan sasaran yang berbeda. Rangkaian pertama dan kedua menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN 1 Pakiskembar, sedangkan rangkaian ketiga melibatkan sekitar 20 ibu-ibu Desa Pakiskembar.

Kegiatan pertama berupa permainan ular tangga edukatif bersama siswa kelas 4 SDN 1 Pakiskembar. Kegiatan tersebut menjadi media untuk mengenalkan pesan kepedulian lingkungan sekaligus menggabungkannya dengan literasi digital.

Rangkaian kedua berupa pembuatan eco pot kreatif dari botol plastik bersama siswa kelas 5 dan 6. Kegiatan ini mengenalkan pemanfaatan kembali barang bekas sekaligus prinsip pengurangan sampah plastik.

Kreasi lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah bersama ibu-ibu Desa Pakiskembar

Sementara itu, rangkaian ketiga berupa kreasi lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah bersama ibu-ibu Desa Pakiskembar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Pakiskembar pada Sabtu, 19 September 2026.

Aliya menjelaskan konsep Gerakan Peduli Lingkungan Hidup dan Bersih Sehat (GPBHLS) dipadukan dengan literasi digital dalam rangkaian kegiatan SEL 2026. Siswa diajak memahami penggunaan digital secara bijak sekaligus menerapkannya melalui kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, dan menerapkan prinsip 3R.

Menurut Aliya, pelibatan masyarakat dalam kegiatan juga berkaitan dengan peran ibu-ibu dalam pengelolaan limbah rumah tangga sehari-hari. “Melalui kegiatan pemanfaatan minyak jelantah, masyarakat dikenalkan pada cara mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Rangkaian pertama dan kedua SEL 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026 di SDN 1 Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sementara rangkaian ketiga dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026 di Balai Desa Pakiskembar.

Kegiatan melibatkan Departemen Sosial dan Lingkungan Hidup HIMASIGI FISIP Universitas Brawijaya, panitia SEL 2026, siswa SDN 1 Pakiskembar, masyarakat Desa Pakiskembar, dan para guru. Tim dosen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya, Astrida Fitri Nuryani, STP., M.Si. dan Dr. Deviana Mayasari, S.Pd., M.Si., turut terlibat dalam rangkaian kegiatan.

SEL 2026 tidak hanya memberikan edukasi mengenai lingkungan, tetapi juga mengenalkan keterampilan pengelolaan limbah yang dapat diterapkan masyarakat. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi menjadi salah satu bentuk pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna dan berpotensi ekonomi.

Aliya mengatakan keberlanjutan kebiasaan menjaga lingkungan menjadi bagian yang diperhatikan setelah kegiatan selesai. “Harapannya, dampak dari kegiatan SEL 2026 tidak berhenti setelah kegiatan selesai,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....