HIMASIGI UB Edukasi Lingkungan Siswa SDN 1 Pakiskembar
- 07 Sep 2026 11:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Departemen Sosial dan Lingkungan Hidup HIMASIGI Universitas Brawijaya menyelenggarakan Program Kerja Social Environmental Legacy (SEL) 2026 di SDN 1 Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut mengangkat edukasi lingkungan dengan menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 melalui permainan serta praktik kreatif.
Rangkaian kegiatan SEL 2026 meliputi Bermain Ular Tangga Edukatif dan Membuat Eco Pot Kreatif dari Botol Plastik. Kedua kegiatan tersebut menjadi media bagi mahasiswa untuk mengenalkan kepedulian lingkungan kepada siswa melalui aktivitas yang interaktif.
Ketua Pelaksana Acara SEL 2026, Aliya Fitriani Firnandi, mengatakan edukasi lingkungan dipilih karena terdapat dua persoalan yang saling berkaitan di kalangan anak-anak. Persoalan tersebut yakni tingginya akses terhadap media digital yang masih banyak digunakan untuk hiburan serta rendahnya kesadaran terhadap lingkungan.
“Fokus ini dipilih karena ada dua masalah yang saling berkaitan dan sebenarnya bisa diselesaikan sekaligus lewat satu pendekatan,” ujarnya, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan pemanfaatan media yang sudah akrab dengan anak-anak sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan perilaku peduli lingkungan.
Aliya menjelaskan, rendahnya kesadaran lingkungan dapat terlihat dari sejumlah kebiasaan sederhana dalam keseharian siswa. Di antaranya masih adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan dan penerapan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle, yang belum optimal.
Berdasarkan observasi dan wawancara awal, belum terdapat program yang mengintegrasikan literasi digital dengan pembentukan perilaku peduli lingkungan secara sistematis dan berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar mahasiswa HIMASIGI UB menggunakan pendekatan edukasi yang dekat dengan keseharian anak-anak.
Aliya menambahkan, media digital yang sudah familiar bagi siswa dimanfaatkan sebagai jembatan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan tersebut kemudian dipadukan dengan kegiatan bermain dan praktik membuat eco pot agar materi dapat diterapkan melalui aktivitas langsung.
Menurut Aliya, pembentukan kebiasaan peduli lingkungan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di sekolah. Peran keluarga juga diperlukan untuk memperkuat pembiasaan tersebut dalam kehidupan anak di rumah.
“Sekolah memang berperan memberi pembelajaran yang terstruktur, tapi keluarga juga punya peran penting memperkuat pembiasaan itu di rumah,” kata Aliya. Ia menilai kesinambungan pembiasaan di sekolah dan keluarga dapat membuat perilaku positif lebih dekat dengan keseharian siswa.
Pelaksanaan SEL 2026 di SDN 1 Pakiskembar menunjukkan upaya HIMASIGI Universitas Brawijaya menggabungkan edukasi lingkungan, aktivitas kreatif, dan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Kegiatan melalui permainan ular tangga edukatif dan pembuatan eco pot dari botol plastik menjadi bentuk pembelajaran yang menghubungkan pemahaman tentang lingkungan dengan praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....