MMD UB Kelompok 71 Edukasi Gizi Cegah Stunting di Desa Gurah

  • 30 Agt 2026 21:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kelompok 71 Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya atau MMD UB 2026 menggelar sosialisasi dan edukasi gizi pencegahan stunting di Desa Gurah. Kegiatan tersebut menyasar ibu hamil, ibu balita, dan kader posyandu untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemenuhan gizi sejak dini.

Penanggung jawab program kerja Nadzira Putri Aqila mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting. Edukasi juga difokuskan pada pemenuhan gizi ibu dan anak selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau HPK.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan para ibu tentang stunting, gizi selama kehamilan dan menyusui, serta cara pembuatan MPASI yang tepat,” ungkap Nadzira, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan materi diberikan agar peserta memahami penerapan pemenuhan gizi dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Gurah Eko Budiyono mengapresiasi program edukasi yang dilaksanakan mahasiswa MMD UB Kelompok 71 tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan salah satu tujuan desa dalam menekan angka stunting di Desa Gurah.

“Kami mendukung penuh kegiatan sosialisasi dan edukasi gizi pencegahan stunting yang dilaksanakan oleh mahasiswa MMD UB,” ujar Eko.

Ia menilai materi yang diberikan dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi ibu hamil, ibu balita, dan kader posyandu.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembagian leaflet mengenai MPASI serta pencegahan stunting. Peserta kemudian mengikuti pembukaan, pre-test, dan sambutan Kepala Desa Gurah sebelum memasuki sesi edukasi.

Materi pencegahan stunting disampaikan Nadzira yang berasal dari Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya. Materi mencakup pengertian stunting, pentingnya 1.000 HPK, gizi ibu hamil dan menyusui, pembuatan MPASI, serta langkah pencegahan stunting.

Pemahaman peserta diperkuat melalui demonstrasi visual pembuatan MPASI berdasarkan tiga periode pemberian makanan pendamping ASI. Demonstrasi tersebut menjelaskan perbedaan tekstur, porsi, dan frekuensi pemberian MPASI kepada bayi sesuai periodenya.

Mahasiswa juga menghadirkan Niken selaku ahli gizi Puskesmas Desa Gurah dalam sesi berbagi bersama peserta. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan permainan dan tanya jawab, kemudian ditutup melalui post-test untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.

Kegiatan MMD UB Kelompok 71 turut mendapat pendampingan dari dosen pembimbing lapangan Dr. I Made Dedi Mahariawan, S.Pi., M.P. Rangkaian edukasi tersebut menggabungkan penyampaian materi, demonstrasi MPASI, diskusi, dan evaluasi untuk memperkuat pemahaman ibu hamil, ibu balita, dan kader posyandu mengenai pencegahan stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....