Konten Media Sosial Bisa Memengaruhi Kepercayaan Diri Pelajar
- 28 Agt 2026 14:38 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Konten di media sosial dinilai dapat memberikan pengaruh terhadap cara pelajar melihat dirinya dan menentukan masa depan. Hal tersebut disampaikan Yosalia Tefdila Wicaksana Putri, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang (UM).
Yosalia yang akrab disapa Oca merupakan mahasiswa BK angkatan 2023 dan kini memasuki semester 7 menjadi bagian dari tim yang meraih juara tiga Lomba Bimbingan Klasikal Olimpiade Bimbingan dan Konseling 2026 di Universitas Negeri Riau (UNRI).
Saat hadir dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Malang, Jumat (14/8/2026), Yosalia menjelaskan alasan timnya mengangkat isu branding versus flexing dalam kompetisi tersebut.
Menurutnya, pelajar, khususnya siswa SMA, masih dapat mengalami kebingungan ketika melihat berbagai konten pencapaian orang lain di media sosial. Konten tertentu bahkan dapat menimbulkan rasa takut atau minder ketika seseorang merasa tidak mampu mencapai hal yang sama.
“Ketika melihat postingan itu, mungkin kalau misalkan aku nanti masuk di kampus ini terus aku enggak bisa kayak dia, aku gimana dong?” kata Yosalia.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan untuk memahami konten media sosial secara lebih bijak. Menurutnya, seseorang perlu melihat konteks sebuah unggahan dan tidak langsung menjadikan kehidupan orang lain sebagai standar bagi dirinya.
Yosalia juga mengingatkan pentingnya peran layanan Bimbingan dan Konseling dalam membantu siswa menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam menentukan arah karier.
Ia menjelaskan bahwa layanan BK mencakup empat aspek utama, yakni pribadi, sosial, karier, dan belajar. Keempat aspek tersebut menjadi bagian dari layanan yang diberikan kepada siswa.
“Di BK bukan hanya mengurusi tentang masalah saja tetapi juga pribadi dan bidang-bidang lainnya,” jelas Yosalia.
Melalui pengalaman mengikuti lomba, Yosalia berharap pemahaman mengenai Bimbingan dan Konseling dapat semakin luas dan siswa tidak lagi memandang ruang BK hanya sebagai tempat bagi siswa yang sedang bermasalah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....