Juara Putra Putri Siswa Jatim Ajak Generasi Muda Rawat Toleransi

  • 06 Agt 2026 16:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang -Menjadi Juara Putra Putri Siswa Jawa Timur 2026 bukan sekadar prestasi bagi Niki Auliya, siswa SMA Islam Al Ma'arif Singosari, Kabupaten Malang. Gelar tersebut dimanfaatkannya sebagai wadah untuk mengajak generasi muda menghargai keberagaman dan menjadikan toleransi sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam talkshow Sore Ceria, Rabu (5/8/2026) Niki menilai isu intoleransi masih menjadi tantangan di Indonesia. Perbedaan pandangan, agama, suku, hingga pengaruh media sosial dinilai masih berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat. Karena itu, menurutnya, penanaman nilai saling menghargai perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa.

"Saya melihat isu intoleransi di negeri kita ini masih menjadi tantangan. Perbedaan pandangan, agama, bahkan pengaruh media sosial sering kali memicu gesekan. Karena itu saya ingin mengembangkan budaya toleransi, terutama di kalangan teman-teman sebaya melalui program Generasi Harmoni Nusantara," ujar Niki.

Melalui program Generasi Harmoni Nusantara, Niki merancang tiga program utama sebagai bentuk advokasi. Program pertama, Dialog Lintas Sahabat, menjadi ruang diskusi yang mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan daerah asal. Menurutnya, dialog menjadi cara efektif untuk mengurangi prasangka sekaligus mempererat persaudaraan.

Program kedua berupa Kampanye Konten Positif melalui media sosial. Niki berencana memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan tentang toleransi, keberagaman, serta pentingnya bijak bermedia sosial. Kampanye tersebut akan dilakukan melalui akun media sosial pribadinya maupun berkolaborasi dengan akun resmi Putra Putri Siswa Jawa Timur agar jangkauannya lebih luas.

Adapun program ketiga adalah Aksi Sosial Bersama, yakni keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat dan kepemudaan. Melalui kegiatan tersebut, Niki berharap dapat memberikan edukasi sekaligus mengajak generasi muda mengampanyekan nilai-nilai toleransi melalui aksi sosial yang berdampak bagi lingkungan.

Niki menuturkan, pemahamannya mengenai pentingnya toleransi tidak hanya diperoleh dari pengalaman hidup di lingkungan yang beragam, tetapi juga dari pendidikan di pondok pesantren. Menurutnya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama, bukan dijadikan alasan untuk saling membedakan."Keberagaman adalah kekayaan bangsa yang harus kita jaga bersama. Dengan saling mengenal, menghargai, dan bekerja sama, kita bisa membangun generasi yang hidup rukun di tengah perbedaan," pungkas Niki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....