Ampas Tebu di Sukolilo Diolah Jadi Briket
- 29 Agt 2026 19:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Limbah ampas tebu yang selama ini menumpuk di Desa Sukolilo, Kabupaten Malang, mulai dimanfaatkan menjadi briket arang. Inovasi tersebut digagas Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Sukolilo 186 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Program ini menyasar limbah dari industri rumahan gula merah yang menjadi salah satu mata pencaharian warga Desa Sukolilo. Selama ini, ampas tebu umumnya hanya digunakan sebagai bahan bakar tungku untuk merebus nira atau dibakar tanpa pengolahan lanjutan.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN mengembangkan pengolahan ampas tebu menjadi briket arang. Gagasan itu mendapat respons positif dari warga dan pemilik pabrik gula merah yang sebelumnya juga sempat memiliki rencana serupa.
Salah satu pemilik pabrik gula merah, Sutono, mengatakan ampas tebu selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan oleh generasi muda menjadi kegiatan usaha yang lebih maju.
“Harapan saya untuk generasi muda itu punya ide-ide kreatif yang bisa dikemas secara kekinian, supaya usaha ini bisa lebih maju,” ujar Sutono, Sabtu (29/8/2026).
Koordinator Desa Tim KKN Sukolilo 186, Aji Hasnar, mengatakan ide pembuatan briket muncul setelah mahasiswa melihat langsung banyaknya limbah tebu yang hanya dibakar.
“Kami berharap program ini bisa memberi nilai tambah, bukan hanya bagi lingkungan tapi juga bagi perekonomian warga,” kata Aji.
Kepala Desa Sukolilo, Joni Arifin, S.M., turut mendukung program tersebut. Menurutnya, pengolahan limbah menjadi briket berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Berdampak 186, Drs. Ir. Moh. Jufri, S.T., M.T., menegaskan program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir. Pengolahan limbah tebu menjadi briket diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai usaha masyarakat.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Tim KKN Berdampak Sukolilo 186 UMM menyerahkan mesin pencetak briket kepada Pemerintah Desa Sukolilo. Selain mesin, mahasiswa juga menyediakan modul panduan agar warga dapat membuat briket secara mandiri.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi warga, khususnya pemilik pabrik gula merah di Desa Sukolilo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....