PKK Sukomulyo Dapat Edukasi Pengelolaan Obat

  • 20 Agt 2026 17:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Penggunaan obat yang tepat merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Namun, kurangnya pemahaman mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak tepat. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat yang baik dan benar.

Kegiatan edukasi DAGUSIBU dilaksanakan pada Senin, (10/8/2026), bertempat di Dusun Bakir, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dengan sasaran kegiatan yaitu ibu-ibu PKK. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis mengenai cara memperoleh obat yang aman, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat dengan tepat, serta membuang obat yang sudah tidak digunakan atau telah kedaluwarsa dengan cara yang benar.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep DAGUSIBU, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang. Pada tahap Dapatkan, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperoleh obat dari tempat pelayanan kefarmasian yang resmi serta memperhatikan kondisi kemasan, label, dan tanggal kedaluwarsa obat. Peserta juga diberikan pemahaman untuk tidak membeli obat secara sembarangan, terutama obat yang penggunaannya memerlukan pengawasan tenaga kesehatan.

Pada tahap Gunakan, peserta diberikan edukasi mengenai penggunaan obat sesuai aturan, meliputi dosis, waktu penggunaan, cara penggunaan, serta memperhatikan informasi pada etiket atau kemasan obat. Peserta juga diingatkan agar tidak sembarangan menggunakan obat milik orang lain dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila terdapat hal yang belum dipahami mengenai penggunaan obat.

Selanjutnya, pada tahap Simpan, peserta diberikan informasi mengenai pentingnya menyimpan obat sesuai kondisi penyimpanannya. Obat sebaiknya disimpan pada tempat yang sesuai, terlindung dari panas, kelembapan, dan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak. Peserta juga diarahkan untuk tetap menyimpan obat dalam kemasan aslinya agar informasi mengenai nama obat, aturan penggunaan, dan tanggal kedaluwarsa tetap dapat diketahui.

Pada tahap Buang, peserta diberikan edukasi mengenai cara menangani obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan lagi. Obat tidak dianjurkan untuk dibuang secara sembarangan karena dapat berisiko disalahgunakan atau mencemari lingkungan. Peserta diberikan pemahaman bahwa obat perlu dikelola dan dibuang dengan cara yang tepat sesuai jenis dan bentuk sediaannya.

Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu PKK mengikuti penyampaian materi dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai permasalahan penggunaan dan penyimpanan obat yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK sebagai salah satu pihak yang berperan dalam pengelolaan obat di lingkungan keluarga.

Dengan adanya edukasi DAGUSIBU, diharapkan peserta mampu menerapkan prinsip Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang dalam kehidupan sehari-hari sehingga penggunaan obat di lingkungan keluarga dapat dilakukan secara lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....