UB Tingkatkan Budaya Kampus Ramah Lingkungan

  • 17 Sep 2026 11:00 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) mulai mendorong perubahan perilaku sivitas akademika untuk mengurangi dampak lingkungan melalui berbagai program di kawasan kampus. Upaya tersebut tidak hanya menyasar pengelolaan sampah, tetapi juga efisiensi penggunaan energi dan air hingga pengurangan emisi.

Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini mengatakan, unit tersebut dibentuk pada Oktober 2025 untuk menjadi penggerak upaya pelestarian lingkungan di lingkungan UB maupun kawasan sekitarnya.

“Dua program yang menjadi prioritas UB dalam bidang lingkungan adalah Smart Green Campus dan Zero Waste Management berbasis ekonomi sirkular,” katanya, Kamis (17/11/2026).

Melalui Smart Green Campus, seluruh unit di UB didorong melakukan inovasi untuk menghemat penggunaan listrik dan air, menekan emisi, menjaga biodiversitas, serta meningkatkan edukasi lingkungan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

“Yang paling sulit adalah membangun budaya. Untuk membangun budaya sivitas akademika itu butuh waktu yang panjang. Tahun ini menjadi starting point bagi Universitas Brawijaya melalui program Smart Green Campus,” ujarnya.

Sejumlah praktik mulai diterapkan di fakultas maupun unit kerja. Diantaranya pemanfaatan sistem pemanenan air hujan untuk kebutuhan penyiraman tanaman, penyediaan fasilitas pengisian air minum, serta pemasangan panel surya.

“Fasilitas pengisian air minum juga diarahkan untuk mendukung kebiasaan membawa tumbler sehingga penggunaan botol plastik sekali pakai dapat dikurangi,” ungkap Prof. Neneng, sapaan akrabnya.

Sementara itu, pemilahan sampah mulai diperkuat dengan mengklasifikasikan sampah ke dalam lima kategori. UB Green Campus menargetkan kebiasaan tersebut tidak hanya diterapkan oleh unit kerja, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian mahasiswa.

“Populasi yang paling banyak di Brawijaya adalah mahasiswa. Karena itu, target utama kami adalah bagaimana menggandeng mahasiswa,” tegasnya

Untuk menjangkau mahasiswa, UB juga melibatkan Duta Kampus Lestari yang berasal dari kalangan mahasiswa. Mereka membantu menyebarluaskan edukasi dan materi kampanye lingkungan kepada sivitas akademika.

Selain pengelolaan lingkungan di dalam kampus, UB juga menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan pengurangan emisi. Salah satunya melalui pelaksanaan Car Free Day (CFD) secara rutin setiap hari Jumat. CFD ini telah diterapkan sejak 22 Mei lalu.

Sekretaris Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Nugroho mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk praktik pengurangan emisi sekaligus ruang aktivitas warga kampus.

“Institusi ini memberikan contoh baik, praktik baik terkait bagaimana pengurangan emisi dan sebagainya. Setiap minggu sekali kami adakan Car Free Day dengan ditambah banyak aktivitas di dalamnya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi prototipe pengelolaan lingkungan yang bisa dikembangkan lebih lanjut.

Berbagai program tersebut diharapkan membentuk kebiasaan baru di lingkungan kampus. UB Green Campus juga membuka kemitraan dengan pihak eksternal, termasuk industri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....