Politeknik Negeri Malang Kembangkan Teknologi Gantungan Kunci Cerdas
- 20 Agt 2026 17:25 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat di SD Kristen Elim (SDK Elim) Jalan Sudanco Supriadi 39B, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Program bertajuk "Pengembangan Gantungan Kunci Cerdas Berbasis RFID sebagai Media Penjemputan Siswa Otomatis untuk Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi di SDK Elim Kota Malang" merupakan program Pengabdian Pada Masyarakat skema Reguler Kompetisi yang dibiayai Dana DIPA Politeknik Negeri Malang Tahun 2026.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Ratna Monasari, S.T., M.T., dengan anggota Septyana Riskitasari, S.S.T., M.Tr.T., Dr. Ir. Fina Andika Frida Astuti, S.T., M.T., Chandra Gunawan, S.ST., M.T., Ahmad Hanif Firdaus, S.T., M.T., M.Sc., dan Agus Dwi Putra, S.Pd., M.T.. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Polinema, yang masing-masing memiliki tugas meliputi identifikasi masalah, perancangan desain mekanik dan elektronik, perakitan, hingga instalasi dan pelatihan alat di lokasi mitra.
Selama ini, proses penjemputan siswa masih dilakukan secara manual oleh para orangtua yang mengandalkan bantuan petugas keamanan (satpam) untuk memanggil siswa satu per satu. Sementara satpam juga masih harus menjaga gerbang sekolah, serta mengatur arus lalu lintas di depan sekolah yang berada di poros jalan utama Kota Malang. Ketiadaan sistem otomatis membuat beban kerja satpam meningkat dan proses penjemputan kurang efisien, ditambah kontur dataran pada SDK Elim yang menanjak tentu menyulitkan satpam jika harus naik turun dari pos ke gedung sekolah hingga berisiko pada keselamatan siswa apabila pengawasan tidak optimal.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian Polinema merancang dan menerapkan sistem penjemputan siswa otomatis dengan teknologi RFID yang tertanam pada gantungan kunci. Setiap siswa dibekali gantungan kunci berbahan filamen PLA+ yang dicetak menggunakan teknologi 3D printing. Saat penjemputan, orang tua atau wali cukup tap gantungan kunci RFID pada reader RC522 yang terpasang di pos satpam. Sistem yang dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 akan membaca kode unik pada RFID, mencocokkannya dengan basis data siswa, lalu secara otomatis mengeluarkan suara pemanggilan nama dan kelas siswa melalui modul text-to-speech dan pengeras suara. Pemasangan perangkat ditempatkan di area pos satpam sebagai titik sentral penjemputan siswa.
Ketua pelaksana pengabdian, Ratna Monasari, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pengembangan gantungan kunci RFID berbasis 3D printing ini dirancang agar proses verifikasi penjemputan menjadi lebih personal, cepat, dan akurat.
"Kami merancang gantungan kunci RFID agar pada saat penjemputan orang tua cukup tap gantungan kunci pada reader dan sistem secara otomatis membaca data dan memanggil nama siswa lewat pengeras suara, sehingga satpam tidak perlu lagi memanggil manual satu per satu," ujar Ratna.
"Harapan kami, otomatisasi ini dapat, mengurangi beban kerja petugas keamanan, serta memperkuat sistem keamanan siswa dengan memastikan siswa hanya keluar gerbang setelah dilakukan penjemputan yang terverifikasi," lanjutnya.
Kepala Sekolah SDK Elim Malang, Inung Dian, S.Pd., menyambut baik kehadiran sistem penjemputan berbasis RFID tersebut dan menilai keberadaannya sangat membantu ketertiban serta keamanan lingkungan sekolah.
"Dulu pada jam pulang sekolah, suasana di depan gerbang sangat padat dan petugas keamanan kami harus membagi fokus antara memanggil siswa dan mengatur lalu lintas di jalan raya. Sekarang dengan adanya sistem penjemputan otomatis, alur penjemputan menjadi jauh lebih efisien dan aman," kata Inung.
"Sistem ini sangat membantu operasional sekolah kami. Terima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa Polinema yang telah mendampingi SDK Elim dalam mempermudah proses penjemputan siswa," tambahnya.
Antusiasme serupa disampaikan oleh petugas keamanan dan tim operasional sekolah yang turut berpartisipasi dalam proses uji coba dan pelatihan pemeliharaan alat sebagai bentuk partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian ini.
"Melalui pelatihan dari tim Polinema, kami jadi tahu cara mengoperasikan sistem hingga melakukan perawatan mandiri jika ada kendala teknis. Keberadaan alat ini sangat membantu kami saat penjemputan siswa," ujar perwakilan tim operasional sekolah.
Kegiatan ini melengkapi komitmen Politeknik Negeri Malang dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang menjawab kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia pendidikan. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana hasil inovasi kampus dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan keselamatan di lingkungan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....