Budidaya Lele Namazu Bites Kini Bisa Dipantau lewat HP

  • 29 Sep 2026 12:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Budidaya ikan lele milik UMKM Namazu Bites di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kini dapat dipantau melalui telepon seluler. Teknologi tersebut dikembangkan mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) 2026.

Kelompok 52 FTAB UB menerapkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu pembudidaya memantau kondisi kolam tanpa harus melakukan pemeriksaan secara manual.

Sistem tersebut memantau lima parameter kualitas air secara real-time, yakni suhu, pH, kadar amonia, Total Dissolved Solids (TDS), dan tingkat kekeruhan.

Data hasil pemantauan dapat diakses melalui telepon seluler. Dengan begitu, perubahan kondisi air dapat diketahui lebih cepat sehingga pembudidaya dapat menentukan langkah pengelolaan kolam berdasarkan kondisi yang terpantau.

Sebelum teknologi diterapkan, pemantauan kualitas air di lokasi tersebut masih dilakukan secara manual. Kondisi itu membuat perubahan kualitas air berpotensi terlambat diketahui.

Selain memasang perangkat, mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada mitra. Pembudidaya diajarkan membaca data pada aplikasi, merawat sensor, hingga menentukan tindakan berdasarkan hasil pemantauan.

Pemilik kolam, Yudi mengatakan, pendampingan mahasiswa membuat pihaknya tidak hanya menerima perangkat, tetapi juga memahami cara mengoperasikannya.

“Mahasiswa tidak hanya memasang alat, tetapi juga melatih kami cara membaca data di aplikasi, cara merawat sensor, dan cara mengambil keputusan dari hasil monitoring. Jadi kami bisa mengoperasikan sendiri secara mandiri,” katanya, Selasa (29/9/2026).

Ketua RW 09 sekaligus pemilik UMKM, Namazu Bites, Sukaryono menilai teknologi tersebut mempermudah proses pemantauan kondisi kolam.

“Kami sangat terbantu dengan adanya sistem IoT ini. Sebelumnya kami harus mengecek air secara manual, sekarang kondisi kolam bisa dipantau kapan saja lewat HP,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapang, Dr. Dewi Maya Maharani, S.TP., M.Sc. mengungkapkan, teknologi yang dikembangkan mahasiswa diarahkan agar dapat digunakan secara mandiri oleh mitra.

“Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Sistem monitoring ini kami desain agar sederhana, mudah dioperasikan, dan sesuai dengan kebutuhan nyata mitra pembudidaya,” tuturnya.

Sementara itu, DPL Prof. Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, S.TP., M.P. menambahkan, program 3M menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan berdasarkan persoalan yang ditemui langsung di masyarakat.

“Kolaborasi dengan UMKM menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa sekaligus penerapan teknologi tepat guna untuk membantu menyelesaikan persoalan di lapangan,” ungkapnya.

Implementasi sistem monitoring kualitas air tersebut juga mengantarkan Kelompok 52 FTAB UB meraih Juara I Expo Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB UB 2026.

Teknologi yang diterapkan pada budidaya lele Namazu Bites tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan IoT untuk membantu pembudidaya memantau kondisi lingkungan kolam secara lebih praktis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....