Sukses Dampingi Branding UMKM, Kelompok 26 KKN MAs Dorong "Dapur Mbak Aiz" Go Digital

  • 20 Agt 2026 13:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 26 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Berdampak Nasional 2026 berhasil menyelesaikan program kerja unggulan di Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Program tersebut berfokus pada pendampingan dan penguatan branding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.

Salah satu UMKM yang menjadi sasaran pendampingan adalah usaha makanan basah Dapur Mbak Aiz milik Indra Nurhayati atau yang akrab disapa Ibu Nur. Melalui program tersebut, mahasiswa mendorong usaha lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Rangkaian pendampingan berlangsung pada 6 hingga 17 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Kepala Dusun Bocok untuk memperoleh persetujuan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, mahasiswa melakukan konsolidasi bersama Ibu Nur selaku pemilik usaha sebelum melaksanakan kunjungan dan pendampingan langsung di lokasi UMKM.

Program pendampingan mencakup sejumlah langkah digitalisasi, mulai dari optimalisasi WhatsApp Business sebagai sarana komunikasi dan transaksi dengan pelanggan hingga pembuatan QRIS untuk menyediakan pilihan pembayaran non-tunai.

Mahasiswa juga membantu mendaftarkan lokasi usaha Dapur Mbak Aiz pada Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen dari luar wilayah. Dari sisi promosi, tim turut membuat pamflet digital untuk kebutuhan pemasaran di media sosial serta memasang banner sebagai identitas visual usaha.

Tidak hanya berfokus pada pemasaran, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai legalitas produk, termasuk pendampingan terkait alur pengurusan sertifikasi halal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Program ini sejalan dengan tema KKN MAs Berdampak Nasional 2026, yaitu “Penguatan Masyarakat Desa yang Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Potensi Lokal.” Kelompok 26 melihat UMKM milik Ibu Nur memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan pendampingan branding dan pemanfaatan teknologi digital secara tepat.

Ketua Kelompok 26 KKN MAs 2026, Bagus Adi Putra, menegaskan bahwa program pendampingan tidak seharusnya berhenti setelah masa KKN berakhir. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi bagian penting agar manfaat yang diberikan mahasiswa dapat terus dirasakan oleh pelaku UMKM.

“Harapan saya, pendampingan UMKM di Desa Pondok Agung tidak berhenti begitu saja setelah masa KKN kami selesai. Kami sangat berharap pelaku UMKM di sini dapat terus konsisten mengembangkan produk lokalnya, meningkatkan strategi pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital secara optimal agar jangkauan pasarnya semakin luas. Semoga pendampingan ini memberikan manfaat nyata dan membantu UMKM menjadi lebih mandiri serta berkelanjutan,” tegas Bagus.

Apresiasi juga disampaikan Indra Nurhayati selaku pemilik Dapur Mbak Aiz. Ia mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan mahasiswa, terutama dalam mengembangkan pemasaran usaha secara daring.

“Untuk kesannya, saya senang sekali dan mengucapkan terima kasih banyak kepada mas-mas KKN yang sangat ramah ini karena sudah banyak membantu usaha jualan online saya. Semoga ke depannya program yang telah dibuatkan oleh mas-mas KKN ini bisa membawa banyak manfaat serta mempermudah operasional usaha saya,” tutur Ibu Nur.

Melalui pendampingan branding dan digitalisasi tersebut, produk kuliner lokal Desa Pondok Agung diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, UMKM lokal diharapkan dapat berkembang hingga tingkat kabupaten, luar kota, bahkan menjangkau konsumen antardaerah dan antarprovinsi.

(Ahmad Satrio)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....