Mahasiswa KKN MAs 2026 Dampingi Enam UMKM Desa Pandanajeng Terapkan QRIS
- 07 Agt 2026 18:06 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-'Aisyiyah (KKN MAs) 2026 Kelompok 79 melaksanakan pendampingan digitalisasi bagi enam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) ini dilakukan melalui penerapan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan dompet digital (e-wallet) sebagai upaya mendukung transformasi digital di sektor UMKM desa.
Program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam transaksi usaha sekaligus memperluas penggunaan sistem pembayaran nontunai di kalangan pelaku UMKM. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 79 yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia mendampingi pelaku usaha mulai dari proses pendaftaran akun merchant, pengajuan QRIS, hingga edukasi mengenai penggunaan sistem pembayaran digital. Setelah proses pendampingan selesai, seluruh peserta telah memiliki kode QRIS yang siap digunakan sebagai salah satu metode pembayaran.
Adapun enam UMKM yang mengikuti program ini meliputi Es Teh Jumbo, Gorengan, Seblak, Bakso Marem, Terminal Ngemil, serta satu pelaku usaha kuliner lainnya di Desa Pandanajeng. Koordinator program, Chesar Darmawangsa, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM. "Melalui pendampingan ini, kami berharap pelaku UMKM di Desa Pandanajeng semakin mudah memanfaatkan sistem pembayaran digital sehingga dapat memberikan kemudahan dalam melayani konsumen yang bertransaksi secara nontunai," ujarnya.
Anggota KKN MAs Kelompok 79, Aulia Salsabila, menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya membantu proses pendaftaran QRIS, tetapi juga memastikan pelaku usaha memahami cara mengoperasikan layanan pembayaran digital tersebut. Menurutnya, pendampingan dilakukan mulai dari tahap pendaftaran hingga QRIS dapat digunakan dalam transaksi sehari-hari sehingga pelaku UMKM memiliki alternatif pembayaran yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Salah seorang pelaku UMKM, Ignasius, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN MAs karena dinilai mempermudah proses penerapan pembayaran digital di usahanya. "Pendampingan dari mahasiswa KKN MAs sangat membantu kami dalam proses pendaftaran hingga QRIS dapat digunakan. Dengan adanya pembayaran digital, pelanggan memiliki lebih banyak pilihan saat bertransaksi sehingga pelayanan menjadi lebih mudah," ungkapnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MAs Kelompok 79 berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Pandanajeng yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung perkembangan usaha di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....