Literasi Jadi Cara Baru Mengawal Kemerdekaan di Era Digital

  • 13 Agt 2026 18:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Literasi dinilai menjadi salah satu bentuk perjuangan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tengah derasnya arus informasi digital. Hal tersebut diungkap dalam dialog Malang Siang Ini di Pro 1 RRI Malang.

"Perjuangan mempertahankan kemerdekaan saat ini tidak lagi selalu dilakukan melalui kekuatan fisik. Membaca, menulis, berpikir kritis, dan menyaring informasi menjadi bagian penting dari perjuangan masyarakat di era digital," Ujar Kepala Suku komunitas literasi Gubug Tulis Moh. Yajid Fauzi saat dikonfirmasi RRI pada Kamis (13/8/2026).

Yajid menyebut sejumlah tokoh bangsa memiliki tradisi membaca dan menulis yang kuat, sehingga mampu melahirkan gagasan untuk membangun Indonesia. Tradisi tersebut dinilai relevan untuk diteladani masyarakat saat ini, terutama ketika informasi dapat menyebar dalam hitungan detik.

Ia mengatakan derasnya informasi di media sosial juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, provokasi, dan informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi digital agar tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang dapat memecah belah.

“Ketika kita malas membaca, maka otak kita tidak berpikir. Ketika tidak berpikir, saya rasa kita berhenti menjadi manusia,” ujar Yajid.

Menurut Yajid, membaca tidak hanya bertujuan memperoleh pengetahuan, tetapi juga melatih seseorang memahami informasi sebelum mengambil sikap. Kemampuan tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi provokatif yang sengaja dibuat untuk mendapatkan perhatian di media sosial.

Ia menambahkan, membaca, berpikir, dan menyaring informasi merupakan bagian dari literasi yang dapat membentuk manusia lebih bijak. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan tidak menjadi pribadi yang mudah terkejut dan bereaksi berlebihan terhadap berbagai fenomena.

Redaktur Gubuk Tulis, Luluk Rohmatul Ulya, menambahkan bahwa membaca secara mendalam tetap memiliki peran penting di tengah budaya konsumsi video singkat. Menurutnya, informasi yang dikonsumsi terlalu cepat dan terus-menerus berpotensi membuat seseorang menerima banyak informasi tanpa benar-benar memahami isinya.

Karena itu, gerakan literasi perlu berjalan beriringan dengan literasi digital agar masyarakat mampu menghadapi banjir informasi secara lebih kritis. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemerdekaan melalui masyarakat yang mampu berpikir, membaca, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....