Mahasiswa UM Raih Juara II LKTI Nasional, Angkat Pop Culture sebagai Media Analisis
- 03 Agt 2026 09:23 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Muhammad Fadil Reiza Putra, mahasiswa Program Studi Sejarah. Ia berhasil meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Trilogi Jakarta, Senin (3/7/2026).
Keberhasilan ini diraih melalui karya ilmiah yang mengangkat pendekatan tidak biasa, yakni menghubungkan budaya populer (pop culture) anime One Piece dengan partisipasi perempuan dalam dunia politik Indonesia.
Dalam talkshow Sore Ceria, Fadil mengaku sama sekali tidak menyangka akan menjadi pemenang. Awalnya, namanya bahkan tidak tercantum dalam daftar juara. Namun setelah adanya perubahan hasil penilaian, ia mendapat kabar bahwa dirinya berhasil menempati posisi kedua.
Keunikan karya ilmiah Fadil terletak pada pemanfaatan karakter perempuan dalam anime One Piece sebagai objek analisis. Ia mengaitkan tokoh seperti Boa Hancock, Nico Robin, dan Nami dengan kondisi representasi perempuan dalam politik Indonesia. Menurutnya, karakter-karakter tersebut menggambarkan bagaimana perempuan sering kali terlihat menonjol secara visual, tetapi kontribusi dan perannya belum selalu mendapat perhatian yang sepadan, sebuah kondisi yang juga masih ditemukan dalam kehidupan nyata.
“Ide ini sendiri berasal dari berawal dari hobi saya melihat anime. Dari sini saya menyadari bahwa karya budaya populer sebenarnya menyimpan banyak pesan sosial yang dapat dikaji secara ilmiah. Saat mengikuti lomba bertema perempuan ini, saya pun kemudian memilih One Piece sebagai objek penelitian karena dinilai memiliki karakter perempuan yang beragam dan relevan dengan isu representasi politik kita,” jelasnya.
Menurut Fadil, tujuan utama penelitiannya bukan sekadar memenuhi tema lomba, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar dalam berbagai bidang, termasuk politik. Ia menilai peningkatan jumlah perempuan dalam politik memang terjadi, namun masih banyak yang belum memperoleh ruang untuk menunjukkan kemampuan secara independen.
"Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya ditampilkan di permukaan saja, tetapi mereka juga memiliki kemampuan, fungsi, dan kontribusi yang luar biasa. Mereka punya suara dan hak untuk membela dirinya sendiri," jelasnya.
Meski waktu penyusunan karya hanya sekitar satu minggu, Fadil menerapkan strategi yang terstruktur. Ia memulai dengan brainstorming ide, menyusun kerangka tulisan, mengumpulkan referensi jurnal, hingga memisahkan proses penulisan berdasarkan setiap bagian pembahasan. Cara tersebut membuat proses penyusunan karya ilmiah menjadi lebih terarah meskipun dilakukan dalam waktu yang singkat.
Baginya, memilih tema yang berbeda justru menjadi nilai tambah dalam kompetisi. Ia percaya bahwa karya ilmiah tidak harus selalu mengangkat topik yang kaku, melainkan dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif selama didukung data dan analisis yang kuat. Pendekatan inilah yang akhirnya mengantarkan dirinya meraih prestasi di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....