Program Servis Elektronik Mahasiswa UM Dukung Kinerja Kantor Desa Sumberpasir

  • 31 Jul 2026 12:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Sejumlah perangkat elektronik milik Kantor Desa Sumberpasir yang sempat rusak kini kembali berfungsi normal, setelah tim mahasiswa UM Belajar Bersama Masyarakat turun tangan memperbaikinya. Program kerja servis elektronik ini dijalankan atas permintaan langsung dari pihak desa.

Penanggung jawab program, Akmal Maulana Ferdana, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kondisi kantor desa yang saat itu memiliki banyak peralatan elektronik dalam keadaan rusak dan belum sempat diperbaiki.

"Saat ini di kantor desa banyak peralatan elektronik yang butuh perbaikan, sehingga kami diberi amanah oleh desa untuk memperbaiki alat-alat tersebut," ujarnya kepada RRI, Kamis (30/07/26)

Dalam pelaksanaannya, tim menangani berbagai jenis perangkat, mulai dari komputer, laptop, televisi, jam dinding, tab, hingga tablet.

"Kami memperbaiki beberapa perangkat elektronik seperti komputer, laptop, TV, jam dinding, tab, tablet, dan masih banyak lagi. Untuk pengerjaannya, mula-mula kami menganalisis terlebih dahulu masalahnya, kemudian memperbaiki masalah tersebut," kata Akmal.

Waktu pengerjaan setiap perangkat tidak seragam, tergantung tingkat kerusakannya.

"Proses pengerjaan berbeda-beda tergantung tipe perangkat elektronik dan seberapa parah masalahnya. Ada beberapa perangkat yang berhasil diperbaiki dengan mudah dan cepat, tapi ada juga yang memakan waktu cukup lama," tambahnya.

Meski demikian, tidak semua perangkat berhasil diselamatkan. Akmal mengungkapkan, ada beberapa perangkat dengan kerusakan cukup parah yang akhirnya dikembalikan tanpa perbaikan tuntas karena kendala biaya dan ketersediaan suku cadang.

"Beberapa perangkat dengan kerusakan yang cukup sulit dan parah kami kembalikan karena keterbatasan biaya dan tidak adanya spare part, namun kebanyakan perangkat berhasil diperbaiki dan dikembalikan ke desa dalam kondisi sudah normal," pungkasnya.

Perangkat Desa Sumberpasir, Bapak Lukman, membenarkan bahwa sejumlah alat elektronik di kantor desa memang belum berfungsi maksimal sebelum diperbaiki, mulai dari komputer yang perlu instal ulang sistem operasi hingga beberapa unit televisi.

"Alat-alat yang di desa itu memang masih belum maksimal, termasuk ada komputer yang kemarin perlu instal ulang terkait Windows. Kami minta bantuan kepada teman-teman untuk memperbaiki atau menservis CPU yang tadinya mati jadi hidup lagi. Kami sangat berterima kasih sekali karena ada temanteman yang membantu," ujarnya.

Bapak Lukman mengaku puas dengan hasil perbaikan yang dilakukan tim.

"Tanggapan kami baik sekali. Hasil yang telah teman-teman betulkan, yang bermasalah kemarin, jadi normal kembali dan bisa dioperasionalkan dengan baik," katanya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan ini turut membantu kelancaran pelayanan di kantor desa.

"Sebelum teman-teman datang, memang ada sedikit permasalahan terkait CPU kami, termasuk dalam hal pelayanan. Sekarang kami sudah bisa maksimal menjalankan pelayanan. Kami mewakili Pemerintah Desa Sumberpasir mengucapkan banyak terima kasih, karena alat seperti CPU itu ibaratnya modal utama untuk pelayanan publik," pungkasnya.

Program servis elektronik ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa UM Belajar Bersama Masyarakat dalam mendukung kelancaran operasional Kantor Desa Sumberpasir, sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan teknis mahasiswa dapat langsung dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari di lingkungan pemerintahan desa. (BBM Universitas Negeri Malang 2026)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....