Mahasiswa KKN UB Dampingi Bapenda Batu Optimalkan Pajak Daerah
- 27 Jul 2026 06:19 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 56 dari Prodi Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) diterjunkan untuk mendampingi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu dalam program edukasi pajak daerah dan pemetaan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Program ini berlangsung sepanjang bulan Juli 2026 dan terbagi dalam tiga bidang kerja utama yang saling melengkapi.
Bidang pertama, Pendataan & Pelayanan, yang beranggota Vanni Permatasari, Saskia Salsabila, Nabilla Ramadhani, Revaliana Cahya, Maria Aldora, Inriana Sugito berfokus pada pencarian objek pajak baru yang belum tercatat di sistem Bapenda. Mahasiswa turun langsung menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Batu seperti Jalan Panglima Sudirman, Jalan Indragiri, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Diponegoro untuk mendata objek pajak villa/homestay, restoran, dan reklame. Pendataan dilakukan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) milik Bapenda, SIP Mobile SAE, yang memuat data lokasi, titik koordinat, hingga dokumentasi kondisi nyata objek pajak di lapangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kemudahan optimalisasi penerimaan objek pajak baru di kota Batu.
| Baca juga: UB Dorong Hilirisasi Riset lewat BOUMI |
Bidang kedua, Penilaian & Penetapan, yang beranggota Laudya Erma, Kirana Wulan, Diandra Kayla, Pandya Yemiranda, Nararya Putra, Nahdhea Wilda bertugas menganalisis kesesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dengan Zona Nilai Tanah (ZNT) di beberapa desa, diantaranya Bumiaji, Sidomulyo, Pendem, dan Beji. Mahasiswa membandingkan data NJOP berdasarkan luas tanah, blok, dan zona menggunakan Peta PBB Web Bapenda serta melakukan verifikasi silang lewat Google Maps. Dari hasil analisis ini, ditemukan sejumlah objek pajak yang kondisi lapangannya tidak lagi sesuai dengan data terdaftar misalnya perubahan fungsi lahan yang belum dilaporkan wajib pajak karena kekhawatiran nilai pajaknya akan naik. Temuan tersebut telah dipaparkan kepada perangkat Desa Bumiaji dan Sidomulyo sebagai bahan tindak lanjut Bapenda.
Sementara itu, bidang ketiga, Penagihan, Pengawasan & Pelaporan, yang beranggota Azzahra Rismarini, Nur Habibi Bayu Rahman, Mellyza Imelda, Dicky Ardhiansyah, Naufal Zaky, Azriel Firoz berperan mengenalkan sekaligus mendampingi masyarakat dalam proses pelaporan & pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), termasuk pengecekan PBB terutang, mutasi data, pecah sertifikat, dan balik nama. Bidang ini juga melakukan pengawasan kepatuhan pajak daerah lain, seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor hotel dan restoran, dengan membandingkan data transaksi dari sistem tapping box terhadap laporan yang disampaikan wajib pajak, serta memvalidasi data pembayaran PBB dari Bank Jatim ke Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPENDA).
Ketua dan koordinator kelompok bernama Laudya Erma kepada RRI menyampaikan bahwa ketiga bidang ini dirancang saling terhubung. "Pendataab menemukan objek pajak baru, penilaian memastikan nilai pajaknya sesuai kondisi riil di lapangan, sementara penagihan dan pengawasan menjaga agar kepatuhan pembayaran pajak daerah tetap berjalan baik,"ungkapnya, Sabtu (25/7/2026).. Seluruh rangkaian kegiatan ini juga akan disusun menjadi laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik kepada FIA Universitas Brawijaya.
Melalui program KKN Tematik ini, mahasiswa berharap masyarakat Kota Batu semakin memahami proses pengenaan pajak daerah dan tidak lagi menghindari pelaporan perubahan objek pajak, karena data yang akurat justru akan membuat sistem perpajakan daerah lebih adil dan transparan. Mahasiswa KKN Kelompok 56 mengajak seluruh masyarakat untuk semakin sadar pajak, sebab kontribusi pajak daerah yang tertib akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik di Kota Batu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....