AI Tak Bisa Gantikan Guru, Karakter Dibentuk lewat Keteladanan

  • 21 Jul 2026 16:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kehadiran Artificial Intelligence (AI) memang mengubah cara belajar generasi muda. Namun teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menggantikan peran guru dalam membentuk karakter peserta didik.

Pandangan tersebut disampaikan Guru SMAN 9 Malang sekaligus pembedah buku, Panjilmo Putro, S.Pd., M.Si, dalam Program Prioritas Nasional Literasi Digital RRI Malang.

Menurut Panjilmo, AI memang mampu memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan, tetapi hasil yang diberikan belum tentu sepenuhnya benar.

"AI bisa menjawab, tetapi belum tentu benar seratus persen. Karena itu tetap perlu klarifikasi dan koreksi dari guru," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ia mengaku masih menemukan banyak siswa yang terlalu bergantung pada AI, bahkan untuk menjawab pertanyaan yang seharusnya berasal dari pengalaman pribadi.

"Kalau ditanya pengalaman waktu SMP, masih tanya AI. Padahal pengalaman itu harus dijawab berdasarkan apa yang pernah dialami sendiri," katanya.

Panjilmo menjelaskan, AI hanya berfungsi sebagai penyedia informasi. Sementara guru berperan sebagai filter sekaligus pembimbing yang membantu siswa memahami informasi secara benar.

Ia juga menyoroti perubahan kebiasaan belajar generasi muda yang kini lebih menyukai video berdurasi singkat dibanding membaca buku atau menyimak materi panjang.

Fenomena tersebut menjadi tantangan baru bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik.

Karena itu, guru dituntut kreatif menggunakan berbagai metode seperti problem based learning, diskusi, debat, hingga metode jigsaw agar siswa tetap aktif selama proses pembelajaran.

"Kalau hanya ceramah terus, tentu akan ditinggalkan siswa. Guru harus kreatif menciptakan pembelajaran yang menyenangkan," katanya.

Menurut Panjilmo, yang tidak mungkin digantikan AI adalah keteladanan guru.

Cara guru bersikap, berbicara, menghargai waktu, hingga memberikan hukuman edukatif merupakan pendidikan karakter yang tidak bisa dilakukan mesin.

"Pengetahuan bisa dibantu AI. Tetapi pendidikan karakter tidak akan pernah bisa digantikan karena AI tidak bisa menjadi teladan," tegasnya.

Ia juga mengajak guru terus menginspirasi siswa melalui karya nyata, salah satunya dengan menulis buku.

Panjilmo sendiri telah menghasilkan lima buku dan kerap menunjukkan karyanya kepada siswa sebagai motivasi agar mereka gemar membaca sekaligus menulis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....