BINUS Malang Pamerkan 94 Karya Mahasiswa Berbasis Solusi Nyata
- 09 Jul 2026 20:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – BINUS University Kampus Malang kembali menggelar pameran karya mahasiswa bertajuk Citra Pata yang menampilkan 94 karya mahasiswa Program Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Interactive Design Technology (IDT). Pameran yang berlangsung selama 6–9 Juli 2026 ini menjadi ajang mahasiswa mempresentasikan solusi kreatif terhadap persoalan nyata di masyarakat melalui pendekatan desain, budaya, dan teknologi.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA, mengatakan pameran tersebut merupakan agenda rutin setiap akhir semester sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pembelajaran mahasiswa. Selain memamerkan karya, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh masukan dari masyarakat, dosen, maupun kalangan industri.
"Kami mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang nyata dan bisa digunakan masyarakat," ujar Nelly, Kamis 9 Juli 2026.
Menurut Nelly, seluruh proses pembelajaran di BINUS diarahkan agar mahasiswa mampu menciptakan inovasi yang memiliki dampak langsung. Hasil akhirnya tidak sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

Head of Visual Communication Design BINUS Malang, Victor Adiluhung Abednego, menjelaskan Citra Pata berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti lembar karya. Pameran ini menjadi puncak perjalanan akademik mahasiswa selama satu semester hingga satu tahun dalam menghasilkan karya berbasis riset lapangan.
"Mahasiswa harus turun langsung ke masyarakat untuk mencari persoalan, lalu merancang solusi melalui pendekatan desain," kata Victor.
| Baca juga: Pemkot Malang Sambut Antusias Program 3M |
Ia mengungkapkan karya-karya mahasiswa lahir dari penelitian di berbagai daerah, mulai Malang, Surabaya, Manado hingga Papua. Lima kategori karya dipamerkan, yakni motion graphic, ilustrasi, advertising and brand campaign, branding, serta interactive design atau UI/UX. Tema yang paling banyak diangkat adalah kesehatan mental dan pelestarian budaya.

Victor menambahkan, setiap karya tidak hanya dipamerkan tetapi juga diuji dalam sidang akademik. Penilaian meliputi kemampuan menyelesaikan masalah, kualitas estetika, hingga penerapan teknologi. Setelah dinyatakan lulus, karya tersebut diserahkan kepada mitra atau stakeholder agar dapat dimanfaatkan secara langsung.
"Relevansinya sangat tinggi karena seluruh karya berangkat dari kasus nyata di masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kampus BINUS @Malang, Robertus Tang Herman, menegaskan pameran ini menjadi bukti komitmen BINUS sebagai Digital Entrepreneur Campus yang menghadirkan inovasi bagi masyarakat. Menurutnya, kampus berperan sebagai penghubung antara mahasiswa, industri, pemerintah, dan masyarakat melalui karya yang aplikatif.

"Kami ingin menunjukkan bahwa karya mahasiswa BINUS relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat," ujar Robertus.
Ia menilai kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menerima evaluasi dari praktisi dan industri. Dengan demikian, kreativitas, kemampuan problem solving, serta kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional maupun menjadi wirausaha dapat terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....