AI Talent Factory Komdigi Luluskan Puluhan Talenta Digital

  • 30 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil mencetak puluhan mahasiswa bertalenta digital melalui program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF).
Program ini menghasilkan solusi berbasis AI yang siap mendukung berbagai program strategis pemerintah, mulai dari pendidikan hingga penyaluran bantuan sosial.

"Ini merupakan program kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Universitas Brawijaya, ITS, dan UGM. Masing-masing perguruan tinggi mengembangkan use case atau permasalahan nyata yang harus dipecahkan melalui teknologi AI," kata Kepala Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital Kementerian Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto saat menghadiri Demo Day and Graduation AI Talent Factory di Universitas Brawijaya, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa, pada program tahun 2026, Universitas Brawijaya mengembangkan solusi AI yang mendukung Sekolah Rakyat serta sistem pengolahan data penerima bantuan sosial yang akan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara ITS mengembangkan teknologi perlindungan anak di ruang digital, sedangkan UGM mengembangkan sistem media analytics untuk mendukung kebutuhan Kementerian Komdigi.

"AI Talent Factory dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi secara teoritis, tetapi juga mengembangkan solusi yang dapat langsung diterapkan dalam penyelenggaraan layanan publik. Karena kami ingin talenta digital Indonesia mampu menciptakan, mengembangkan, menguji, sekaligus menghadirkan solusi AI yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Universitas Brawijaya sendiri menjadi kampus pertama yang menjalankan proyek percontohan AI Talent Factory pada 2025. Saat itu, sebanyak 34 mahasiswa mengembangkan berbagai solusi berbasis data, mulai dari penguatan digital talent pool hingga sistem analisis dan pengawasan digital.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Sosial atas kepercayaan yang diberikan kepada UB dalam pengembangan AI Talent Factory.

"Universitas Brawijaya mengucapkan terima kasih kepada Komdigi dan Kementerian Sosial atas dukungannya. Melalui AI Talent Factory, mahasiswa kami berhasil mengembangkan aplikasi pembelajaran untuk Sekolah Rakyat sekaligus sistem pengolahan data masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial," kata Rektor.



Menurut Prof. Widodo, pemanfaatan kecerdasan artifisial diharapkan mampu meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial sehingga program pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

"Dengan AI, pemberian bantuan sosial diharapkan menjadi lebih tepat sasaran karena didukung sistem pengolahan data yang lebih akurat," jelasnya.

Selain itu, hasil pengembangan mahasiswa UB juga akan diterapkan pada ratusan Sekolah Rakyat yang tengah dikembangkan pemerintah. Implementasi AI tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui sistem yang lebih efektif dan efisien.

"Produk yang dihasilkan mahasiswa akan diterapkan di 196 Sekolah Rakyat. Ini merupakan langkah baru yang memberikan dukungan besar terhadap proses pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Kami berharap ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," tandas Prof. Widodo.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....