Mahasiswa UM Angkat Potensi Ganyong lewat Produk Cookies Kreatif dan Edukatif
- 19 Mei 2026 10:33 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Biologi angkatan 2023, Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang (UM), berhasil mengembangkan inovasi pangan lokal melalui produk cookies berbahan dasar tepung ganyong bertajuk “GANNY BITE”. Produk tersebut dikembangkan dalam mata kuliah Pendidikan Biologi untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diampu Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. dan Dr. Sueb, M.Kes.
Inovasi ini digagas oleh Kelompok 3 Offering C yang terdiri atas Arni Tri Habsari, Dwi Ainun Najah, Luthfi Salsa Dewi, Muhammad Dul Firdaus, dan Nayla Salsabila Ramadhani. Melalui proyek tersebut, mereka mengangkat isu ketahanan pangan sebagai respons terhadap rendahnya pemanfaatan pangan lokal, khususnya ganyong, yang kini mulai jarang dikenal masyarakat.
Melalui produk GANNY BITE, mahasiswa berupaya menghadirkan olahan ganyong dalam bentuk yang lebih modern, praktis, dan sesuai dengan selera generasi muda. Inovasi tersebut sekaligus menjadi upaya revitalisasi pangan lokal agar memiliki nilai tambah serta peluang ekonomi yang lebih luas.
| Baca juga: Pemkot Malang Sambut Antusias Program 3M |
“Melalui produk ini kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal seperti ganyong dapat diolah menjadi produk modern yang menarik dan memiliki potensi pasar,” ujar ketua tim, Muhammad Dul Firdaus, Selasa (19/5/2026).
Tidak hanya fokus pada proses produksi, mahasiswa juga melakukan pengenalan produk, pemasaran, hingga komersialisasi sederhana kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan dalam proyek.
Pada tahap awal, tim melakukan observasi lapangan, wawancara dengan petani ganyong, studi literatur, hingga pemetaan masalah terkait rendahnya pemanfaatan komoditas tersebut. Dari hasil eksplorasi diketahui bahwa budidaya ganyong mulai menurun akibat minimnya pengetahuan masyarakat terkait pengolahan serta rendahnya nilai jual tanaman tersebut.
Temuan tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan GANNY BITE sebagai produk inovatif berbasis pangan lokal. Berdasarkan hasil uji organoleptik terhadap 46 responden, sebagian besar memberikan respons positif, terutama pada aspek rasa dan aroma produk.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami bahwa pembelajaran biologi tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dapat dikaitkan langsung dengan persoalan pangan, ekonomi, dan keberlanjutan,” imbuh Firdaus.
Setelah menyelesaikan proyek penelitian, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan merancang implementasi pembelajaran di sekolah sebagai calon guru biologi. Implementasi tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Kepanjen pada Senin (18/5/2026), dengan memanfaatkan pengalaman penelitian dan pengembangan produk sebagai bahan pembelajaran kontekstual mengenai ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan inovasi berbasis sains, tetapi juga mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, serta penguatan kompetensi keberlanjutan. Produk GANNY BITE juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kegiatan tersebut menjadi contoh implementasi pembelajaran biologi yang kontekstual dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, GANNY BITE masih berpeluang untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas produk, desain kemasan, strategi pemasaran, maupun sebagai media edukasi pangan lokal di sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....