Kiprah Perempuan UMM Dorong Inovasi Pangan

  • 12 Feb 2026 10:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kiprah perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi terus menunjukkan kontribusi nyata. Guru Besar Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Elfi Anis Saati, menegaskan bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi peneliti, inovator, sekaligus pemimpin riset yang berdampak bagi masyarakat.

Dalam Dialog Malang Menyapa edisi Kamis (12/2/2026), Prof. Elfi menjelaskan ketertarikannya meneliti pewarna alami pangan berawal dari latar belakang pendidikannya di bidang Gizi Masyarakat serta pengalamannya mengajar teknologi pangan di UMM. Ia mengaku prihatin dengan maraknya penggunaan pewarna sintetis berbahaya, bahkan pewarna tekstil, yang disalahgunakan untuk produk makanan.

“Dari situ muncul kegelisahan. Padahal Allah sudah mengaruniakan begitu banyak sumber pewarna alami dari buah dan bunga yang aman dan bermanfaat,” ujarnya.

Ia kemudian mendalami berbagai sumber pigmen alami seperti bunga pacar air, bunga kana, dan bunga mawar. Hasil risetnya menunjukkan pigmen tersebut tidak hanya menghasilkan warna alami, tetapi juga mengandung senyawa bioaktif dan antioksidan yang baik bagi kesehatan.

Sebagai muslim dan peneliti, ia menilai pendekatan ilmiah perlu diintegrasikan dengan nilai keimanan. Ia mencontohkan inspirasi dari Surah An-Nahl ayat 68–69 tentang lebah dan madu yang bermanfaat bagi kesehatan. “Pigmen yang kami ekstrak larut dalam air, air juga banyak terkandung di dalam tubuh sehingga lebih aman dan dalam konteks kehalalan juga bebas dari unsur yang diharamkan,” jelasnya.

Prof. Elfi menegaskan, selama perjalanan akademiknya tidak ada pembatasan gender dalam dunia riset. “Tidak ada perbedaan peluang antara laki-laki dan perempuan. Siapa yang lebih dulu peka terhadap persoalan masyarakat dan sigap mencari solusi, dialah yang berpeluang diakui sebagai inovator,” tegasnya.

Riset yang dirintisnya sejak 2022 kini telah memberi dampak nyata. Inovasi berbasis bunga mawar diterapkan oleh UMKM dan dikembangkan menjadi minuman sehat serta suplemen herbal. Melalui pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, produk tersebut diuji cobakan kepada sekitar 30 remaja putri serta ibu hamil dan menyusui di Kabupaten Pasuruan. Hasilnya, 78 persen peserta yang mengalami anemia menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin hingga kembali normal.

Sebagai Kepala Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal UMM, Prof. Elfi juga membangun tim riset yang inklusif dan kolaboratif lintas disiplin, mulai dari teknologi pangan, peternakan, farmasi, hingga ekonomi syariah. Kolaborasi tersebut diperluas dengan berbagai perguruan tinggi dan pusat kajian halal untuk mengembangkan ekosistem halal yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat.

Prof. Elfi juga mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap persoalan di sekitar dan berani menghadirkan solusi melalui riset dan inovasi. “Bonus demografi harus diarahkan menjadi generasi emas yang respect terhadap masalah bangsa. Riset jangan berhenti di laporan dan jurnal, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Annisa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....