Polresta Malang Kota Ungkap 47 Kasus Narkoba Awal 2026
- 03 Mar 2026 10:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Peredaran narkotika di Kota Malang masih menunjukkan angka yang memprihatinkan. Hingga Februari 2026, Polresta Malang Kota mencatat puluhan kasus dengan barang bukti dalam jumlah besar yang mengindikasikan tingginya peredaran di wilayah tersebut.
Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Daky Dzul Qornain, menyebut sepanjang Januari 2026 pihaknya mengungkap 31 kasus dengan barang bukti ganja hampir 16 kilogram dan sabu 361 gram. “Memang secara kuantitas mengalami penurunan, tetapi jumlah barang bukti cukup fantastis,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Selasa (3/3/2026).
Memasuki Februari, terdapat 16 hingga 17 kasus yang berhasil diungkap, dengan lonjakan signifikan pada barang bukti sabu mencapai sekitar 1,3 kilogram. “Di Februari ini kuantitas barang bukti sabu meningkat kurang lebih 1,3 kilogram, kemudian ganja 550 gram dan ekstasi 265 butir,” ungkapnya.
Dari sejumlah pengungkapan tersebut, dua kasus dinilai menonjol karena jaringan dan kualitas peredarannya. Salah satunya melibatkan sabu hampir satu kilogram dengan jaringan hingga Jawa Barat. “Dalam satu kasus, barang bukti hampir satu kilogram dengan jaringan sampai ke wilayah Jawa Barat,” ucapnya.
Daky menambahkan, sabu masih menjadi narkotika yang paling banyak beredar di Kota Malang. “Sabu menjadi primadona di Kota Malang, termasuk yang dikamuflase dengan bungkus teh Cina berwarna merah,” ujarnya.
Tingginya peredaran ini tak lepas dari karakteristik Kota Malang sebagai kota pendidikan dengan 62 perguruan tinggi dan banyaknya tempat hiburan. “Kalau sabu dan ganja cukup banyak masuk ke kampus-kampus, sedangkan ekstasi banyak di tempat hiburan,” ungkapnya.
Modus peredaran juga semakin canggih dengan sistem ranjau atau tempel tanpa tatap muka langsung. “Sekarang memakai sistem ranjau, barang ditaruh di suatu tempat lalu lokasi dibagikan melalui maps dan pembayaran lewat sistem perbankan,” jelas Daky.
Dengan berbagai temuan tersebut, Polresta Malang Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan. “Saya berharap generasi muda dan masyarakat lebih peka dan kritis, karena ketika mencoba kalian tidak akan mudah lepas,” tegasnya. (Meuthia Adzkiya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....